Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:22 WIB

2 Bulan Defisit Neraca Dagang, Terbitlah Surplus

Oleh : - | Senin, 16 April 2018 | 13:45 WIB
2 Bulan Defisit Neraca Dagang, Terbitlah Surplus
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), kecuk Suhariyanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Setelah dua bulan mengalami tekor (defisit), pelan namun pasti neraca perdagangan Maret 2018 surplus US$1,09 miliar.

Kepastian soal surplus neraca dagang ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), kecuk Suhariyanto di kantornya, Senin (16/4/2018). Dia bilang, neraca dagang Maret mengalami pemulihan. Lantaran Januari terjadi defisit US$756 juta dan Februari defisit US$52,9 juta. "Setelah defisit pada Januari dan Februari, pada Maret 2018 neraca perdagangan mencatatkan surplus, mulai pulih kembali," kata Kecuk.

Surplus neraca perdagangan Maret 2018 sebesar US$1,09 miliar ini, diterangkan Kecuk, disumbang surplus sektor nonmigas US$2,02 miliar. Sementara sektor migas justru mencatatkan defisit US$924,5 juta.

Secara kumulatif periode Januari-Maret 2018, neraca perdagangan mencatatkan surplus US$282,8 juta. Lebih lebih rendah jika dibandingkan periode Januari-Maret 2017 yang defisitnyanya mencapai US$4,07 miliar.

"Memang jika dibandingkan dengan 2017, jauh. Tapi pada Maret 2018 ini memang jauh lebih baik dibandingkan dua bulan sebelumnya. Diharapkan ekspor makin bagus untuk kedepannya," kata Kecuk.

Berdasar catatan BPS, beberapa negara yang menyumbang surplus perdagangan bagi Indonesia sepanjang Januari-Maret 2018, adalah Amerika Serikat (AS) surplus US$2,28 miliar; India sebesar US$2,09 miliar; dan Belanda sebesar US$678 juta.

Sementara sejumlah negara yang menyumbang defisit bagi Indonesia, adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mencapai US$3,81 miliar; Thailand sebesar US$1,1 miliar; dan Australia sebesar US$602 juta. [tar]

Komentar

x