Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 08:14 WIB
 

Jonan Belum Hadir di Komisi VII, DPR: Jangan Manja

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 16 April 2018 | 14:31 WIB
Jonan Belum Hadir di Komisi VII, DPR: Jangan Manja
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan belum hadir dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (16/4/2018). Infonya, Jonan masih rapat di Istana Negara.

Kementerian ESDM diwakili oleh Wakil Menteri Arcandra Tahar. Meski begitu, beberapa anggota DPR RI mempertanyakan belum hadirnya Jonan.

Anggota DPR sempat mempertanyakan ketidakhadiran Jonan di Raker kali ini. Adalah Muhammad Nasir, politisi Partai Demokrat mengatakan, harusnya Jonan hadir pada raker ini. Sebab, rapat membahas masalah krusial yakni tumpahan minyak di Balikpapan yang menyeret PT Pertamina (Persero).

"Kami ingin menterinya (Ignatius Jonan) yang hadir. Sekarang belum hadir. Pimpinan harus hadir. Ini rapat penting, ini rapat sudah lama terjadwal, mustinya sudah bisa jadwalkan, kita ini lembaga yang terhormat," kata Nasir.

Hal senada disampikan anggota Komisi VII Ramson Siagian. Dia meminta, rapat ini dihadiri Jonan. "Jadi pengantarnya itu menteri. Menteri ESDM terlalu manja. Dia enggak (belum, red) datang," kata Ramson.

Kata mantan politisi PDIP yang lompat ke Gerindra ini, sudah menjadi kewajiban seorang menteri untuk menghadiri undangan DPR. "Menteri harus hargai engga perlu takut-takut. Hargai. Ini kan perintah konstritusi," kata Ramson.

Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar menuturkan, masalah tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, cukup pelik.

"Jadi ini pencemaran di laut tidak bisa diselesaikan sendiri. Semua kementerian, semua pihak perlu turun tangan mengantisipasi ini dengan baik di mana sudah ada fungsi masing-masing untuk dikerjakan," ujar Zulficar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang terjadi Sabtu (31/3/2018), dipicu patahnya pipa penyalur bawah laut milik Pertamina di kedalaman 25 meter. Pipa baja berdiameter 20 inci itu menyalurkan minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara menuju Kilang Balikpapan.

Patahnya pipa membuat air laut tercemar materi hitam, kental, dan berbau menyengat seperti solar. Tumpahan minyak itu mengakibatkan kebakaran dahsyat menewaskan lima orang. Sedangkan satu orang mengalami luka bakar. [ipe]

Komentar

 
x