Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 08:16 WIB
 

Ekspor Bulan Maret Naik 10,24%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 16 April 2018 | 15:53 WIB
Ekspor Bulan Maret Naik 10,24%
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, kinerja ekspor selama bulan Maret 2018 mencapai US$15,58 miliar atau meningkat 10,24 persen dibanding ekspor Februari 2018.

Nilai ekspor Maret 2018 itu juga menunjukkan peningkatan 6,14 persen dibanding Maret 2017. "Ekspor nonmigas Maret 2018 mencapai 14,24 miliar dollar AS, naik 11,77 persen dibanding Februari 2018. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Maret 2017 naik 8,16 persen," kata K. Suhariyanto, Kepala BPS dalam keterangan pers di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Secara kumulatf, lanjut Kepala BPS itu, nilai ekspor Indonesia JanuariMaret 2018 mencapai US$44,27 miliar atau meningkat 8,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$40,21 miliar atau meningkat 9,53 persen.

"Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2018 terhadap Februari 2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar 358,9 juta dollar AS (18,58 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada timah sebesar 92,5 juta dollar AS (45,25 persen)," jelas Suhariyanto seperti mengutip dari laman resmi BPS.

Sedangkan menurut sektor, Kepala BPS K. Suhariyanto mengatakan, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan JanuariMaret 2018 naik 4,60 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 41,48 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 9,32 persen.

Dalam data BPS, ekspor nonmigas Maret 2018 terbesar adalah ke china yaitu US$2,36 miliar disusul Amerika Serika US$1,59 miliar dan Jepang US$1,43 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,78 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa yang terdiri dari 28 negara, sebesar US$1,53 miliar.

Adapun menurut provinsi asal barang, Kepala BPS menambahkan, ekspor Indonesia terbesar pada JanuariMaret 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$7,53 miliar (17,02 persen), diikut Jawa Timur US$4,77 miliar (10,77 persen) dan Kalimantan Timur US$4,59 miliar (10,37 persen).

Nilai impor Indonesia Maret 2018 mencapai US$14,49 miliar atau naik 2,13 persen dibanding Februari 2018, demikian pula jika dibandingkan Maret 2017 meningkat 9,07 persen.

Impor nonmigas Maret 2018, lanjut Suhariyanto, mencapai US$12,23 miliar atau naik 2,30 persen dibanding Februari 2018, sementara jika dibanding Maret 2017 meningkat 11,08 persen.

Sedangkan impor migas Maret 2018 mencapai US42,26 miliar atau naik 1,24 persen dibanding Februari 2018, namun turun 0,64 persen dibanding Maret 2017.

Peningkatan impor nonmigas terbesar Maret 2018 dibanding Februari 2018, menurut Kepala BPS K. Suhariyanto, adalah golongan mesin dan pesawat mekanik us$286,9 juta (14,84 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar us$153,1 juta (9,19 persen).

Ditambahkan oleh Kepala BPS, negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama JanuariMaret 2018 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$10,16 miliar (27,30 persen), Jepang US$4,33 miliar (11,64 persen), dan Thailand US$2,57 miliar (6,89 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,84 persen, sementara dari Uni Eropa 9,41 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama JanuariMaret 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 22,08 persen, 18,35 persen, dan 27,72 persen.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x