Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 08:11 WIB
 

Setelah Kering, Ekspor Maret 2018 Mulai Tumbuh

Oleh : - | Senin, 16 April 2018 | 18:18 WIB
Setelah Kering, Ekspor Maret 2018 Mulai Tumbuh
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor pada Maret 2018, mencapai US$15,58 miliar. Atau naik 10,24% ketimbang bulan sebelumnya yang mencapai US$14,13 miliar.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (16/4/2018), mengatakan, kenaikan ekspor didorong komoditas nonmigas yang tumbuh 11,77%. Sementara ekspor migas turun 3,81% pada Maret 2018. "Dibandingkan Februari 2018, ada kenaikan 10,24 persen. Kenaikan ekspor tersebut disebabkan adanya kenaikan ekspor nonmigas," kata Kecuk.

Berdasar catatan BPS, eskpor nonmigas menyumbang 91,41% dari total ekspor Maret 2017. Beberapa sektor tercatat mengalami kenaikan kinerja ekspor, seperti sektor pertanian tercatat naik 20,01%, industri pengolahan naik 9,17%, dan pertambangan dan lainnya naik 22,66%.

Ekspor nonmigas selama Maret 2018 mencapai US$14,24 miliar, atau naik 11,77% dibanding Februari 2018. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Maret 2017 terjadi kenaikan 8,16%.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2018 terhadap Februari 2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$358,9 juta, atau setara 18,58%. Diikuti besi dan baja sebanyak US$209,7 juta. Disusul bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$133,3 juta.

Ekspor nonmigas Maret 2018 terbesar adalah ke Tiongkok sebesar US$2,36 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,59 miliar dan Jepang US$1,43 miliar. Kontribusi ketiganya mencapai 37,78%. Sementara ekspor ke Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara mencapai US$1,53 miliar.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-Maret 2018, mencapai US$44,27 miliar. Atau meningkat 8,78% ketimbang periode yang sama di 2017. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$40,21 miliar, atau tumbuh 9,53%.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Maret 2018 berasal dari Jawa Barat, nilainya US$7,53 miliar, atau 17,02%. Disusul Jawa Timur sebesar US$4,77 miliar (10,77%), dan Kalimantan Timur sebilai US$4,59 miliar (10,37%). [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x