Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:50 WIB

Tahun Depan, Freeport Tutup Tambang Emas Grasberg

Selasa, 17 April 2018 | 00:39 WIB

Berita Terkait

Tahun Depan, Freeport Tutup Tambang Emas Grasberg
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Timika - Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) bakal menutup operasional tambang emas di Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Dipastikan produksinya turun drastis.

EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Sony Prasetyo di Timika, Senin (16/4/2018), mengatakan, produksi Freeport pada 2019 bakal susut hingga 80 ribu ton per hari. Sebelumnya, produksi tambang kakap asal Amerika Serikat (AS) ini mencapai 200-an ribu ton per hari.

"Ini kondisi teknis, tambang terbuka di Grassberg sudah mau tutup. 2019 diperkirakan berhenti, sekarang sudah tidak bisa lagi dieksploitasi. Satu-satunya jalan yaitu kita eksploitasi dari bawah atau under ground," kata Sony.

Masih kata Sony, eksploitasi di bawah tanah, belum siap. Alasannya, masih ada yang harus diselesaikan, diantaranya perizinan pertambangan.

Kendati demikian, jikalau pemerintah memberikan izin eksploitasi, tambang bawah tanah, maka belum bisa maksimal sampai 2021 atau 2023."Jadi ini masalah wajar karena ini berkaitan dengan aturan dan jelas berdampak pada produksi sebab tambang terbuka mulai berkurang sedangkan under ground belum maksimal, untuk itu butuh waktu," ujarnya.

Dengan situasi tersebut, Sony mengakui akan berdampak pada beberapa hal terkait seperti pendapatan termasuk dukungan dana kemitraan ke LPMAK. "Untuk itu saya ingatkan LPMAK untuk bisa bersiap-siap mulai tahun 2019 mereka harus efisien gunakan dana yang ada. Program jangan muluk-muluk," ujarnya.

Selain itu, ketika ditanya terkait adanya kemungkinan efisiensi karyawan, kata Sony, hal tersebut tidak mudah.

Ia mengakui belum melihat kemungkinan itu terjadi sebab karyawan bagi Freeport adalah aset yang berharga. "Saya belum melihat itu. Bagi perusahaan ini, karyawan adalah aset yang berharga jadi tidak akan mudah. Itu wajar aja dalam bagaimana efisiensi dalam bisnis tapi sekali lagi yang saya sampaikan adalah bahwa tidak akan mudah apalagi sampai PHK. Mungkin itu jauh," katanya.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah dan tim perundingan PT Freeport tidak terlalu lama memutuskan sejumlah persoalan terkait sebab jika tidak maka jangan sampai berdampak pada karyawan, keluarga dan masyarakat. [tar]

Komentar

x