Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 05:42 WIB

Ditanya Minyak Dunia Naik, Arcandra Ngeles Begini

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 17 April 2018 | 04:29 WIB
Ditanya Minyak Dunia Naik, Arcandra Ngeles Begini
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Harga minyak dunia masuk tren kenaikan. Dipicu kekhawatiran aksi militer AS di Suriah dan semakin tergerusnya persediaan minyak global.

Pekan lalu, harga minyak mentah Brent ditutup US$72,58 per barel, atau merambat naik 8%. Kenaikan juga terjadi pada minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) sebesar 8% secara mingguan menjadi US$67,39 per barel. Kenaikan mingguan kedua harga minyak acuan itu, merupakan yang terbesar sejak Juli 2017.

Apakah kenaikan harga minyak ini tidak akan memengaruhi harga BBM dalam negeri? Mengingat beberapa waktu lalu pemerintah membuat kebijakan tidak akan menaikan harga minyak sampai 2019.

Dikonfinmasi hal ini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar memilih tutup mulut. Dia bilang, kedatangannya ke Komisi VII DPR, Senin (16/4/2018), bukan untuk membahas perkembangan minyak dunia. Melainkan membahas bocornya pipa minyak milik PT Pertamina (Persero) di perairan Teluk Balikpapan. "Hari ini kami membahas masalah tumpahan minyak di Balikpapan," kata Arcarndra.

Dia mempertagas lagi pernyataannya: "Iya kami itu membahas masalah tumpahan minyak ya," kata mantan Menteri ESDM tersingkat di dunia ini.

Sebelumnya, pemerintah memastikan tidak akan menaikan harga BBM penugasan, yakni premium dan solar. kedua jenis BBM tersebut dijamin tak naik hingga berakhirnya 2019.

Keputusan ini ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat yang memang belum pulih. "BBM penugasan RON 88 (Premium) harga tetap tidak naik, ini semakismal yang bisa. Kalau nanti harga minyak USD100 per barel gimana, ya ditinjau lagi. Pada prinsipnya tidak naik. Jadi jangan buat andai-andai saya baca tidak ngerti," kata Menteri ESDM Ignatius Jonan di kantornya, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurut Jonan, keputusan tersebut sudah diketuk palu dalam sidang kabinet oleh Presiden Joko Widodo dan sudah diputuskan dalam paripurna. Dan, Jonan buru-buru membantah bahwa keputusan tersebut terkait dengan tahun politik. [ipe]

Komentar

x