Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 11:35 WIB

Bocoran Minyak di Balikpapan

DPR Desak Polisi Ungkap Pemilik Kapal Ever Judger

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 17 April 2018 | 06:05 WIB

Berita Terkait

DPR Desak Polisi Ungkap Pemilik Kapal Ever Judger
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepolisian Kalimantan Timur diminta telusuri pemilik dari kapal MV Ever Judger. Kapal yang diduga kuat membuat kobocoran pipa minyak milik PT Pertamina (Persero) di Perairan Balikpapan beberapa waktu lalu.

Permintaan ini disampaikan Komisi VII DPR dari hasil kesimpulan Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Pertamina, Polda Kalimantan Timur, dan Pertamina, dan Dirjen Perhubungan Laut.

"Komisi VII DPR RI mendesak Polda Kalimantan Timur meneIusuri kepemIIikan kapal MV Ever Judger," kata Ketua Komisi VII DPR sewaktu membacakan kesimpulan rapat di Gedung DPR, Jakarta, Senin malam (16/4/2018).

Menurut dia, hal ini dilakukan guna kepentingan penyelidikan atau pun penyidikan peristiwa bocornya pipa minyak milik PT Pertamina. Dengan data itu, diyakini kepolisian akan lebih mudah melakukan proses penyelidikan menjadi penyidikan.

"Untuk kepentingan proses hukum terkait bencana tumpahan minyak dI Teluk BaIikpapan," ujar dia.

Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi, Syafruddin mengatakan, kepolisian masih melakukan investigasi tumpahan minyak di teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu. Syafruddin menduga adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. "Iya ada (unsur pidana), kalau itu pasti ada," kata Syafruddin beberapa waktu lalu.

Syafruddin memastikan, Polri akan menindaklanjuti unsur-unsur pelanggaran hukum hingga ke pengadilan dalam insiden tumpahan minyak yang menyebabkan kebakaran tersebut.


Investigasi, kata Syafruddin, terus berjalan untuk menunjukkan siapa yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Untuk saat ini, diakui Syafruddin, kepolisian belum bisa menyimpulkan adanya tersangka dalam kasus tersebut.

Kepolisian bekerja sama dengan Pertamina, Kementerian ESDM kerja, Pemda, serta Kementerian lingkungan hidup untuk melakukan investigasi. Apalagi, kata Syafruddin, kasus ini menyangkut biota laut yang seharusnya tidak boleh terganggu.

"Sudah cukup bagus langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh semua pihak semua stakeholder, sudah melakukan itu, paling tidak upaya menghentikan dulu. Investigssi jalan terus, ujungnya nanti akan ketemu siapa yang bersalah," ujar dia. [hid]

Komentar

x