Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 08:17 WIB
 

Kebocoran Minyak di Balikpapan Melebihi Balongan

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 17 April 2018 | 08:01 WIB
Kebocoran Minyak di Balikpapan Melebihi Balongan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyebut kerusakan lingkungan atas tumpahan minyak milik PT Pertamina di Balikpapan lebih parah dari pada di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

"Sebagai referensi kalau memakai perbandingan dengan Balongan oooh, berkali-kali lipat," kata Siti di Gedung DPR, Jakarta, Senin malam (16/4/2018).

Demikian juga mengenai kerugian materi atas pencemaran di sektor lingkungan di Balikpapan itu lebih parah dibanding dengan Balongan. Menurut Siti, di Balongan saja perlu waktu lama untuk memulihkan atas kerusakan lingkungan, apalagi di Balikpapan ini.

"(Pemulihan lingkungan) Balongan negonya sampai satu, hampir dua tahun. Seluruhnya selesai dalam waktu enam bulan. Skalanya lebih luas, Balongan itu hampir Rp 100 miliar," kata dia.

Dalam kesempatan ini, ia menyebut kalau-pun tidak ada kejadian itu, tapi ketahuan sistem lemah, maka pihaknya tetap memberikan sanksi pada Pertamina. Sebab, dia yakin apabila sistem baik maka tak akan terjadi kebakaran yang menelan korban jiwa atas tumpahan minyak tersebut.

"Kalau sistemnya baik engga perlu tunggu sampai lima jam. Dan tidak perlu sampai kebakaran misalnya, karena dengan sitem otomatis itu akan tertangani (dengan cepat)," ujar dia.

Sementara DPR meminta kepolisian Kalimantan Timur diminta telusuri pemilik dari kapal MV Ever Judger. Kapal yang diduga kuat membuat kobocoran pipa minyak milik PT Pertamina (Persero) di Perairan Balikpapan beberapa waktu lalu.

Permintaan ini disampaikan Komisi VII DPR dari hasil kesimpulan Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Pertamina, Polda Kalimantan Timur, dan Pertamina, dan Dirjen Perhubungan Laut.

"Komisi VII DPR RI mendesak Polda Kalimantan Timur meneIusuri kepemIIikan kapal MV Ever Judger," kata Ketua Komisi VII DPR sewaktu membacakan kesimpulan rapat di Gedung DPR, Jakarta, Senin malam [hid]

Komentar

 
x