Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 11:14 WIB

LKB Dorong Industri Songket dan Tenun Khas Betawi

Selasa, 17 April 2018 | 13:30 WIB

Berita Terkait

LKB Dorong Industri Songket dan Tenun Khas Betawi
Bendahara Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Anna Mariana - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bendahara Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Anna Mariana menyatakan rencana pendirian pusat Pelatihan dan Pembinaan Tenun dan Songket Betawi di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan. Mendorong tumbuhnya industri kecil dan menengah yang menjunjung kearifan lokal.

"Sebanyak 150 orang kaum dhuafa janda-janda tidak mampu secara finansial , dan ibu-ibu PKK di daerah Setu Babakan, yang masih produktif dan masih punya kemampuan, semangat untuk bekerja menenun akan saya berdayakan," kata Anna kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Anna menambahkan, pembinaan yang akan diberikan mulai dari pelatihan awal mengenal dan mengoperasikan alat tenun dan songket, membuat pola dan motif, serta mengenal proses pewarnaan yang baik dan benar. Dijelaskan, membuat serta memahami motif-motif tenun dan songket, harus sampai betul-betul mahir menenun, dan menyongket, serta membuat pola dengan motif desainnya.

"Sampai hasil karya nya pengrajin-pengarajin Tenun dan songket kita jamin semua, mulai dari persiapan peralatan-peralatan nya, memberikan honor para penenun-penun nya sampai bahan bakunya, pemasaran semua kita jamin," ujar Anna.

Anna melanjutkan, tujuan pelatihan hingga mahir agar pengrajin-pengrajin tetap konsisten bekerja karena mendapat jaminan pendapatan nya yg sesuai, dan mendapat support langsung dari hulu sampai hilir. "Tidak setengah-setengah membantu dan membina pengrajin-pengrajin itu, harus benar totalitas mensuport nya, kita berharap tenun dan songket Indonesia, yang merupakan aset serta warisan budaya tradisional leluhur Bangsa Indonesia ini, berharap tidak punah dan tidak hilang pelan-pelan dari Indonesa ini," ucapnya.

Saat ini, Anna mengaku, pengrajin binaan yang berada hampir di seluruh daerah dan pelosok Indonesia, berjumlah kurang lebih 15 juta orang. Setiap tahun, jumlahnya terus bertambah. Lahir pengrajin-pengrajin binaan baru, termasuk dari kalangan generasi muda yang tertarik menekuni tenun dan songket.

"Target saya, kalau Allah SWT memberikan saya Rejeki yang lebih banyak melalui penjualan-penjualan produk tenun dan songket Indo, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Saya ingin terus kembangkan sektor ini," paparnya.

Anna berharap, para pejabat negara termasuk Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan perhatian terhadap upaya pengembangan tenun dan songket khas Betawi. Tidak ada salahnya apabila pemerintah menetapkan 'Hari Tenun dan Songket Nasional' seperti halnya Hari Batik Nasional.

"Sebagaimana perjuangan saya sampai saat ini terus semangat, dan pantang menyerah, dengan gigih memperjuangkan kepada pak Presiden Joko Widodo agar Beliau mau mendengarkan aspirasi saya dan para pengrajin-pengrajin Indonesia yang mengharapkan pengakuan secara sah dan legal dari pemerintah Indonesia untuk tenun dan songket Indonesia," tuturnya. [tar]

Komentar

x