Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 11:54 WIB
 

BC Teluk Bayur Temukan Beragam Merek Rokok Ilegal

Oleh : - | Selasa, 17 April 2018 | 15:26 WIB
BC Teluk Bayur Temukan Beragam Merek Rokok Ilegal
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Dharmasraya - Bea Cukai Teluk Bayur melaksanakan operasi barang kena cukai (BKC) ilegal pada 19 Maret hingga 13 April 2018 di wilayah Sumatera Barat. Dalam operasi ini banyak ditemukan merek, seperti Profile Merah dan Biru, H Mind, Luffman Light, Luffman Merah, Luffman Mild, RMX, Coffee Stick, Sakura Fight, Sakura Black, Gudang Cengkeh, Claster, dan lainnya.

"Operasi Gempur kali ini dilakukan terhadap BKC berupa hasil tembakau atau rokok. Selama melaksanakan operasi gempur di wilayah Sumatera Barat, Bea Cukai Teluk Bayur banyak menemukan merek rokok yang dinyatakan sebagai rokok ilegal," jelas Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Hilman Satria, Selasa (17/4/2018).

Rokok-rokok tersebut dinyatakan ilegal karena beberapa alasan, seperti pita cukai yang tidak untuk peruntukannya, tidak dilekati pita cukai, pita cukai yang tidak sesuai jenis/golongan dan pita cukai palsu/bekas. Adapun hasil tangkapan dari Bea Cukai Teluk Bayur selama melaksanakan operasi gempur yaitu 1.191.371 batang rokok dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp436.775.720 dan total kerugian negara Rp259.759.080.

"Operasi Gempur ini dilakukan guna mengoptimalkan penerimaan di bidang cukai dan menurunan tingkat peredaran barang kena cukai hasil tembakau ilegal dengan tujuan meningkatkan kepatuhan pengusaha barang kena cukai dan menekan peredaran barang kena cukai ilegal sehingga memberi situasi kondusif terhadap peredaran barang kena cukai yang telah memenuhi ketentuan di bidang cukai," tambahnya.

Operasi ini merupakan rangkaian terakhir dari Operasi Gempur yang telah dilaksanakan di beberapa kota di Sumatera Barat, seperti Padang, Bukittinggi, Pesisir Selatan, Payakumbuh, Sijunjung, dan Dharmasraya. Sesuai Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, barang yang disebut BKC adalah barang-barang yang memiliki sifat dan karakteristik seperti konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat ataupun lingkungan hidup, dan pemakainnya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan. [*]

Komentar

x