Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 08:18 WIB
 

Bappenas Rumuskan Skema Baru Pembiayaan PLTU

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 17 April 2018 | 15:57 WIB
Bappenas Rumuskan Skema Baru Pembiayaan PLTU
Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memfasilitasi pembiayaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Meulaboh 2x200 mega watt (MW) dengan cara menerbitkan Surat Berharga Perpetual (SBP).

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan skema pembiayaan dengan cara menerbitkan SBP merupakan skema yang sangat baru di Indonesia. Proyek PLTU Meulaboh ini merupakan poyek pertama yang menggunakan skema ini. Skema ini dirumuskan Tim Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) Bappenas.

"SBP ini yang pertama di Indonesia. Ini penting kalau kita lihat kebutuhan investasi dalam infrastruktur tidak hanya kebutuhan tentang utang, karena akan ada banyak bank dan lembaga lain yang bisa berikan biaya jangka panjang," kata Bambang di kantornya, Selasa (17/4/2018).

Bambang bilang, penerbitan SBP ini rencananya akan dilakukan melalui Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) sebesar Rp250 miliar yang dikelola PT Ciptadana Asset Management. Untuk potensi penambahan sebesar Rp1,3 triliun melalui Danareksa Capital.

Hal ini sebagai upaya Bappenas untuk terus melakukan skema pembiayaan alternatif (creative financing). Caranya dengan memanfaatkan dana-dana jangka panjang dari publik dan pemenuhan pembiayaan pengembangan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Kemudian juga sebagai upaya mendukung pencapaian program pembangunan Infrastruktur ketenagalistrikan yang merupakan salah satu program dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan PeIaksanaan Proyek Strategis Nasional

Dari beragam sektor yang menjadi perhatian daIam upaya membangun infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia secara merata. Sektor ketenagalistrikan menjadi salah satu fokus utama dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing bangsa meIaIui ketersediaan energi Iistrik yang memadai.

Komentar

 
Embed Widget

x