Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 21:19 WIB

Facebook Cerita Soal Data Pengguna Bocor

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 17 April 2018 | 16:36 WIB

Berita Terkait

Facebook Cerita Soal Data Pengguna Bocor
Vice President of Public Policy Untuk Asia Pasific Simon Miller (kiri) bersama Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia Ruben Hattari saat mngikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Perwakilan Facebook Indonesia membantah pihaknya yang membocorkan data pengguna. Adapun kebocoran data diklaim disebabkan adanya kerja sama dengan aplikasi.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari menyebutkan kebocoran data dari aplikasi yang bernama 'thisisyourdigitallife'. Aplikasi itu dikembangkan oleh akademisi di Cambridge University, DR. Alexander Kogan. Aplikasi ini menggunakan fitur Facebook Login yang tersedia secara umum.

Facebook Login, menurut Ruben memungkinkan pengembang aplikasi pihak ketiga untuk meminta persetujuan dari pengguna aplikasi Faceboom agar aplikasi mereka bisa mengakses kategori data tertentu yang dibagikan pengguna tersebut dengan teman Facebook mereka.

"Facebook, dimana kami dengan tegas melarang penggunaan dan pengiriman data yang dikumpulkan menggunakan cara ini untuk tujuan lain," kata Ruben pada saat rapat dengat pendapat umum (RDPU) dengan Komisi I DPR, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Ruben mengatakan, setelah Kogan mendapatkan data pengguna Facebook, data tersebut kemudian diberikan ke Cambridge Analytica. Facebook, lanjutnya, tidak memberikan izin atau menyetujui pemindahan data tersebut dan dianggap telah melakukan pelanggaran kebijakan platforn Facebook. Facebook pun dengan cepat melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai masalah ini.

"Pada bulan Maret 2018, media menghubungi kami dan mempertanyakan apakah pihak-pihak terkait benar telah menghapus data yang mereka miliki sesuai dengan pengakuan mereka yang telah teridentifikasi secara hukum. Tapi kami akan terus mendalami kemungkinan ini sembari membantu penyelidikan yang dilakukan Komisioner Informasu Inggris (ICO)," kata Ruben.

Dengan adanya kejadian ini, dia mewakili Facebook meminta maaf pada para pengguna di Indonesia. "kejadian ini adalah bentuk pelanggaran kepercayaan dan kegagalan kami untuk melindungi data pengguna, kami mohon maaf atas kejadian tersebut," ujar Ruben.

Komentar

x