Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 08:59 WIB
 

Transfer Dana Daerah dan Dana Desa Capai Rp185,6 T

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 17 April 2018 | 17:48 WIB
Transfer Dana Daerah dan Dana Desa Capai Rp185,6 T
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah pusat merealisasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp185,60 triliun.

Transfer tersebut termasuk dalam belanja negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 hingga akhir Maret 2018 atau sepanjang triwulan I tahun 2018 telah mencapai Rp419,55 triliun.

Angka ini meningkat 4,88 persen jika dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Realisasi Belanja Negara tersebut meliputi Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp233,95 triliun dan

Jumlah TKDD tersebut, termasuk penyaluran Dana Desa sebesar Rp10,28 triliun yang mendukung program cash for work serta penyaluran Dana Otonomi Khusus sebesar Rp1,69 triliun, seperti mengutip dari laman resmi Kemenkeu.

Meski terdapat kenaikan pada realisasi Belanja Negara, namun terdapat penurunan dari sisi defisit APBN, yaitu dari Rp103,8 triliun (triwulan I-2017) menjadi Rp85,8 triliun (triwulan I-2018). Hal ini tidak terlepas dari membaiknya penerimaan negara dan realisasi pembiayaan APBN dilakukan dengan hati-hati, terukur, dan efisien.

Menurut siaran pers Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu itu, hingga akhir Maret 2018, defisit APBN telah dipenuhi melalui pembiayaan utang sebesar Rp148,22 triliun (neto), lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp187,9 triliun.

Sejalan dengan ini, utang Pemerintah hingga akhir Maret 2018 juga terjaga di tingkat aman pada rasio 29,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp4.136,39 triliun.

Posisi rasio utang terhadap PDB tersebut merupakan implikasi dari strategi pembiayaan utang front loading guna mengantisipasi ketidakpastian global, seperti perubahan kebijakan dagang negara maju, eskalasi krisis geopolitik dunia, dan kenaikan Fed Fund Rate AS.

Pada triwulan I tahun 2018 rata-rata biaya utang baru Pemerintah tercatat sebesar 4,89 persen dengan rasio pembayaran bunga terhadap stok utang sebesar 1,66 persen, menurun dibandingkan triwulan I-2017 yang masing-masing sebesar 5,39 persen dan 1,78 persen.

Penurunan biaya utang di tengah tren peningkatan Fed Fund Rate ini merupakan dampak dari makin membaiknya fundamental perekonomian. Selain itu peringkat kredit Indonesia yang pekan lalu mendapat kenaikan satu notch di atas level terendah investment grade oleh Moodys, seiring peningkatan peringkat kredit oleh Standard & Poors dan sebelumnya dari Fitch.

Komentar

x