Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:56 WIB

400K Bawang Putih China & India Masuk Lewat Medan

Rabu, 18 April 2018 | 06:09 WIB

Berita Terkait

400K Bawang Putih China & India Masuk Lewat Medan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Medan -Sebanyak 400 kontainer bawang putih impor mulai masuk Indonesia secara bertahap. Persediaan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2018.

"Bawang putih itu nantinya dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram," kata Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih di Medan, Sumatera Utara, Selasa (17/4/2018).

Menurut Karyanto, bawang putih memang harus diimpor karena produksi dalam negeri, tidak mencukupi. Salah satu disebabkan alam yang kurang sesuai untuk menanam bawang putih. "Impor dilakukan untuk melindungi konsumen dari mahalnya harga jual komoditas itu," ujar Karyanto.

Karyanto menyebutkan, bawang putih dijual Rp25.000 per kg. Jauh di bawah harga jual di Sumut yang menurut catatan Disperindag per 12 April, sebesar Rp36.833 per kg.

Dia menjelaskan, hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di minggu II-April, menunjukkan secara umum harga bahan pokok relatif stabil bahkan cenderung turun. "Agar kestabilan bahan pokok itu bisa terjaga, maka perlu kerja sama kuat antara pemerintah pusat, daerah dan pelaku usaha untuk menerapkan langkah antisipasi dini untuk menjaga ketersediaan pasokan," katanya.

Kemendag sendiri, kata dia, menerapkan empat langkah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.

Mulai dari penguatan regulasi seperti penerbitan Permendag Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Pembelian di Konsumen, serta Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.

Penguatan regulasi juga dilakukan lewat Permendag Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Bahan Pokok.

Permendag No 20 Tahun 2017 itu mengamanatkan bahwa setiap pelaku usaha distribusi yang memperdagangkan barang kebutuhan pokok wajib memiliki Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi meliputi distributor, subdistributor dan agen. "Pelaku usaha distribusi yang tidak mendaftarkan diri dan tidak melapor akan dikenakan sanksi."katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Alwin menyrbutkan, kebutuhan bawang putih di Sumut periode Januari-April sekitar 350 ton. "Bawang putih untuk Sumut memang impor dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dan India karena produksi lokal dan nasional juga belum memenuhi kebutuhan," katanya.

Kepala Bulog Divre Sumut Benhur Ngkaimi menyebutkan, Bulog siap terus melakukan penjualan bawang putih di Sumut melalui operasi pasar atau stabilisasi harga pangan. "Penggelontoran bawang putih itu memang selalu diminati masyarakat," katanya. [tar]

Komentar

x