Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 19:42 WIB
 

China Janji Kebut Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung

Oleh : - | Rabu, 18 April 2018 | 05:09 WIB
China Janji Kebut Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Indonesia Joko Widodo - (Foto: Zimbio)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Indonesia Joko Widodo enam kali bertemu untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang, salah satunya infrastruktur.

Infrastruktur menjadi bidang pembangunan yang penting bagi Indonesia dan China. Untuk itu, kegiatan pembangunan infrastruktur di Indonesia gencar dilakukan guna meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.

China telah terlibat aktif dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, di antaranya dalam pembangunan tol Medan-Binjai di Sumatera Utara, pembangunan tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara dan jembatan tol Surabaya-Madura.

Ada dua proyek besar yang sangat penting dan yang sedang dikerjakan dengan melibatkan investasi China, yakni proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan pembangunan empat koridor ekonomi Indonesia.

Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia, Xiao Qian mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kami akan melanjutkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dengan lebih lancar dan lebih cepat," kata Xiao di Kedutaan Besar China di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Xiao mengatakan, adanya upaya bersama dan kerja keras antara Indonesia dan China, maka pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut akan bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan dalam rangka membawa manfaat bagi masyarakat.

Pengembangan kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan kerja sama kedua negara yang didasari kepemimpinan kuat Presiden China Xi Jin Ping dan Presiden Indonesia Joko Widodo mendorong. Kedua belah pihak bekerja erat dan terus membuat kemajuan bagi proyek itu.

Hingga saat ini, pembebasan lahan telah mencapai 54%. Kedua belah pihak juga mengatasi berbagai masalah terkait konstruksi proyek kereta cepat, salah satunya adalah jalur kereta yang akan melewati wilayah perkotaan yang memiliki fasilitas seperti jembatan layang, terowongan, jalan tol. Untuk itu, penting melanjutkan konstruksi proyek kereta cepat tanpa menganggu fasilitas-fasilitas yang sudah ada dengan pengelolaan yang tepat.

Kedua belah pihak juga menanamkan lebih banyak modal untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. "Nilai investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung naik US$83 juta, karena adanya tambahan biaya asuransi proyek dan biaya pelindung pinjaman terhadap volatilitas yang tak terduga (Debt Service Reserve Account/DSRA)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwi Windarto.

Porsi pendanaan proyek tersebut terbagi dua, sebesar 75% ditanggung China Development Bank (CDB) dan 25% berasal dari ekuitas pemegang saham KCIC, yang terdiri atas lima badan usaha China (40%) dan empat perusahaan BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (60%).

Dwi bilang, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer, bakal berdampak bagi perkembangan ekonomi lokal bagi wilayah di sepanjang jalur kereta itu.

Proyek kereta cepat itu bukan hanya tentang menghemat waktu perjalanan Jakarta-Bandung, namun proyek kereta cepat itu akan memicu terbentuknya sabuk ekonomi di wilayah sepanjang jalur kereta yang memudahkan kegiatan ekonomi serta mobilisasi barang dan manusia.

Jalur kereta cepat tidak menggunakan jalur rel yang sudah ada, namun jalur baru yang dibangun sesuai dengan spesifikasi kereta cepat.

Kereta cepat yang melaju dengan kecepatan 350 kilometer per jam akan mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 45 menit. Kereta itu akan berhenti di empat stasiun, Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar. [tar]

Komentar

 
x