Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 00:34 WIB
 

Daya Beli Warga Jatim Relatif Tinggi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 18 April 2018 | 14:37 WIB
Daya Beli Warga Jatim Relatif Tinggi
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim pada Tahun 2017 mencapai 5,45% atau berada di atas nasional yang tercatat sebesar 5,07%.

Sementara tingkat inflasi di Jatim pada tahun yang sama mencapai 4,04%. Lebih tingginya pertumbuhan ekonomi dibandingkan tingkat inflasi mengindikasikan distribusi barang dan jasa di Jatim sangat lancar.

"Bisa diartikan pula bahwa daya beli masyarakat semakin tinggi" kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo saat memberikan Jawaban Eksekutif Atas Pemandangan Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Tahun Anggaran 2017 dalam Sidang Paripurna DPRD di Gedung DPRD Jatim, Selasa (17/4/2018) seperti mengutip dari laman resmi Pemprov Jatim.

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ini pun yakin Jatim berada pada jalur yang tepat atau on the track untuk mencapai perekonomian yang inklusif. Hal itu berdasarkan kinerja pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, penurunan kemiskinan, penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim yang kian membaik di Tahun 2017.

Kinerja ekonomi tersebut juga memberi pengaruh signifikan terhadap kinerja penurunan kemiskinan di Jatim. Sebab tahun 2017 kemiskinan di Jatim tinggal sebesar 11,20%, menurun dari tahun 2016 yang tercatat sebesar 11,85%. Sedangkan TPT di Jatim juga menurun, pada Tahun 2017 tinggal sebesar 4%, sedangkan pada tahun 2016 masih sebesar 4,21%.

Artinya, korelasi positf pertumbuhan ekonomi di Jatim dengan pembangunan manusianya tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana IPM di Jatim naik dari 69,74% pada Tahun 2016 menjadi 70,27% pada tahun 2017. Atas capaian-capaian positif tersebut, Pakde Karwo yakin Jatim sudah on the track untuk menuju perekonomian inklusif.

"Kinerja pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan TPT, serta rendahnya inflasi menggambarkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jatim on the track inklusif, dan stabilitas bisa tertangani dengan baik, makro ekonomi kita sangat bagus. Faktor inilah yang mempengaruhi peningkatan kesejahteraan, termasuk masyarakat menengah ke bawah" tambahnya.


Komentar

 
x