Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 05:39 WIB

Petugas Pajak Babel Kena OTT, Ini Kata Bos DJP

Rabu, 18 April 2018 | 15:45 WIB

Berita Terkait

Petugas Pajak Babel Kena OTT, Ini Kata Bos DJP
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Beberapa waktu lalu, petugas pajak berinisial AR terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Kepulauan Bangka-Belitung (Babel). Diduga AR memeras penunggak pajak.

Ditanya soal ini, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mendorong penegakan hukum terhadap pegawai pajak yang terkena OTT itu. "Beruntung sekarang sudah diproses penyidik Polda. Kita dukung prosesnya," ujar Robert kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Robert mengatakan, kasus ini harus menjadi pelajaran sekaligus peringatan kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Jangan coba-coba menyalahgunakan wewenang atau mencari-cari kesalahan Wajib Pajak (WP) untuk kepentingan pribadi.

Terkait perkembangan kasusnya, Robert mengaku belum tahu. Adanya dugaan pemerasan sedang ditangani penyidik Polda Kepulauan Bangka Belitung. "Ini menjadi peringatan bagi kami. Saya tidak tahu persisnya, tapi dia pakai data untuk memeras," ujar Robert.

Robert bilang, selama ini, DJP memiliki sistem pengendalian internal, maupun layanan pengaduan yang memadai untuk mengawasi perilaku pegawai pajak.

Sistem pengendalian itu mencakup pengawasan melekat di Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA), serta Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan."Sudah banyak perangkat untuk mendeteksi hal-hal tersebut, kode etik maupun whistleblowing. Kalau WP lapor duluan ke polisi, bagus juga," kata Robert.

Robert memastikan, kasus dugaan pemerasaan ini tidak ada kaitan dengan persoalan kesejahteraan. Karena, pegawai pajak telah diberikan remunerasi, atau tunjangan kinerja yang di atas rata-rata. "Penghasilan sudah sedikit lebih tinggi dari PNS lain. Tukin sudah 100 persen, jadi seharusnya tidak ada masalah. Tidak ada alasan kurang sejahtera," katanya.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Kepulauan Babel melakukan OTT terhadap RA, oknum pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka yang melakukan tindak pidana pemerasan terhadap WP.

Saat ini, AR diamankan Polda Kepulauan Babel beserta barang bukti berupa dana cash sebesar Rp50 juta. Dana tersebut diduga berasal dari WP yang diiming-imingi penundaan pembayaran pajak.

Tersangka AR yang bertugas sebagai petugas konsultan dan pengawas pajak, mengetahui bahwa WP memiliki tanggungan pajak senilai Rp700 juta. Informasi ini digunakan untuk memeras sang WP.

Merasa ditekan, WP tersebut melapor ke Polda Kepulauan Babel. Tak menunggu lama, Polda Babel menindak dan menangkap AR. Dalam perkara ini, AR terancam hukuman 20 tahun.[tar]

Komentar

x