Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 23:46 WIB
 

Bos DPR: Proyek RRT Harus Serap Pekerja Lokal

Oleh : - | Rabu, 18 April 2018 | 19:40 WIB
Bos DPR: Proyek RRT Harus Serap Pekerja Lokal
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR, Bambang Soesatyo mengingatkan, proyek-proyek yang melibatkan investasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Indonesia harus banyak melibatkan pekerja lokal.

Terkait pekerja RRT yang didatangkan ke Indonesia, kata Bamsoet, sapaan akrabnya, harus memiliki klasifikasi khusus. Di mana, pekerja asing itu memiliki kemampuan yang tidak dimiliki pekerja Indonesia.

Politisi Golkar ini, menekankan, serbuan pekerja asing ke Indonesia, jangan sampai menggerus lapangan kerja di dalam negeri. "Kita sangat senang investasi RRT banyak masuk ke Indonesia. Tetapi, jangan sampai investasi itu justru merugikan pekerja dalam negeri. Para pekerja lokal seolah tersingkir oleh pekerja asing," papar Bamsoet saat menerima Duta Besar RRT untuk Indonesia, Xiao Qian di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (18/4).

Saat ini, kata dia, banyak pekerja asal RRT yang mengais rezeki di Indonesia di berbagai sektor. Mulai sebagai buruh, pekerja infrastruktur hingga pekerjaan yang mengandalkan kekuatan fisik lainnya.

Padahal, kata Bamsoet, di sektor itu, bisa digarap pekerja lokal. "Proyek-proyek RRT di Indonesia harus bisa banyak menyerap tenaga kerja Indonesia. Boleh saja, mendatangkan pekerja dari RRT, tetapi dengan klasifikasi khusus yang kemampuannya tidak dimiliki pekerja Indonesia," terang Ketua DPR.

Meski begitu, dia berharap, kerja sama bisnis antara Indonesia dengan RRT, bisa terus ditingkatkan di berbagai sektor. Kualitas hubungan yang seimbang dan saling menghormati antara kedua negara harus terus dikembangkan.

Di bidang ekonomi kata Bamsoet, hubungan Indonesia-RRT terus mengalami peningkatan. Nilai perdagangan keduanya pada 2017, mencapai US$63,358 miliar. Atau naik 17% ketimbang 2016 sebesar US$47,59 miliar.

Dari potret investasi di Indonesia, kata Bamsoet, RRT masuk tiga besar. Nilai investasinya pada 2017 mencapai US$3,4 miliar dengan 1.977 proyek. Ada pertumbuhan ketimbang 2016 yang investasinya mencapai US$2,66 miliar.

"Investasi RRT telah merambah keberbagai sektor. Antara lain, pertambangan, transportasi, konstruksi, real estate, perkebunan, pembangkit listrik dan pembangunan smelter nikel," papar Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, di bidang pariwisata, jumlah turis RRT menempati peringkat pertama dengan jumlah lebih dari 2 juta orang pada 2017. Jumlah tersebut naik dari 2016 yang mencapai 1.304.760 orang.

Pertemuan Bamsoet dengan Duta Besar RRT ini, disaksikan Wakil Ketua DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Wira Yudha dan Asril Tanjung, serta anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Dari Kedubes RRT hadir Kepala bagian Politik, Wang Shikun; Atase bidang Politik, Zhu Yarong; dan Penasehat bidang politik, Xu Hangtian. [tar]

Komentar

 
x