Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 02:14 WIB
 

DIY Jadi Tuan Rumah Pertemuan Bahas Gas Emisi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 22 April 2018 | 14:19 WIB
DIY Jadi Tuan Rumah Pertemuan Bahas Gas Emisi
Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Hendroyono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Yogyakarta - Mewakili Indonesia, DIY ditunjuk menjadi tuan rumah International Asia Pasific Rainforest Summit ke-3 untuk membahas komitmen negara se-Asia Pasifik dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan mendukung perubahan iklim.

Sekitar 1000 peserta dari 35 negara akan turut meramaikan acara tersebut di The Alana Yogyakarta Hotel dan Convention Center pada 2325 April 2018 pekan ini.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Bambang Hendroyono usai menemui Gubernur DIY di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Sekjen KLHK RI dalam kunjungan ini meminta Gubernur DIY berkenan hadir dalam International Asia Pasific Rainforest Summit ke-3.

"Alhamdulillah, Ngarsa Dalem berkenan datang di acara pembukaan nanti tanggal 23 April 2018. Disana Ngarsa Dalem akan memberikan sambutan dan sekaligus menjadi keynote speech," ucapnya.

Bambang Hendroyono menerangkan, acara ini sebagai wujud kerja sama dengan pemerintah Australia. Untuk itu, acara ini turut mengundang negara-negara asia pasifik. "Kesempatan ini sebagai wujud eksistensi Indonesia dalam menjalin kerja sama dan berkolaborasi untuk mempresentasikan keberhasilan-keberhasilan dalam membangun hutan. Harapannya, hutan menjadi sumber ekonomi dan men-support pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Selain pemaparan narasumber, jelas Sekjen KLHK RI, rangkaian International Asia Pasific Rainforest Summit akan mengadakan fieldtrip ke tujuan Hutan Wanagama Gunungkidul dan Taman Nasional Gunung Merapi pada 25 April 2018. "Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Indonesia, karena pemerintah saat ini tengah gencar mendukung pemerataan ekonomi.

Selain itu, juga upaya pemerintah dalam memberikan akses legal, akses usaha, dan advokasi keterampilan bagi masyarakat. "Supaya mereka paham dalam membangun hutan, mulai dari menanam, panen, dan mengolah pasca panen. Tidak lain semua itu untuk kesejahteraan mereka," imbuhnya.

Gubernur DIY dalam kesempatan ini, jelas Bambang mempunyai tujuan yang sejalan yaitu mewujudkan instalansi pengolah air limbah terkhusus limbah B3 rumah sakit. "Selain berbicara mengenai kepemimpinan dan budaya, Sri Sultan HB X juga banyak berbicara mengenai lingkungan, salah satunya keinginannya mewujudkan instalansi pengolahan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Tentu ini kami dukung, yang terpenting tetap bekerjasama dengan pemerintah se-Jawa Tengah ataupun Pemkot/Pemkab," kata Sekjen KLHK RI ini.

Lebih lanjut Sekjen KLHK RI menyampaikan, pentingnya peran pemerintah daerah untuk terus tetap koordinatif bersama Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk mewujudkan instalansi pengolahan limbah. "Karena biasanya, pencemaran limbah munculnya dari kabupaten dan kota. Maka dari itu, provinsi harus bisa mengkoordinir itu. Kalau dari sisi regulasi itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terus mendukung karena sudah ada payung hukum mengenai UU yang mengatur lingkungan hidup, pengelolaan, dan perlindungan lingkungan hidup," jelas Bambang Hendroyono.

Komentar

 
x