Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 04:41 WIB

Februari, AS Batasi Impor Minyak Sawit Indonesia

Oleh : - | Selasa, 24 April 2018 | 06:29 WIB
Februari, AS Batasi Impor Minyak Sawit Indonesia
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekspor minyak sawit Indonesia pada Februari 2018 turun 14%. Padahal, harga minyak sawit dunia tergolong rendah di kisaran US$652.50-US$ 685 per metrik ton (MT).

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), volume ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical), hanya 2,37 juta ton. Susut 370,77 ribu ton ketimbang Januari 2018 yang mencapai 2,74 juta ton.

Rendahnya daya beli ini, bisa jadi lantaran liburan Imlek, serta jumlah hari pada bulan berjalan yang pendek. Yang berdampak kepada transaksi dagang tidak maksimal.

Setiap tahun, transaksi di Februari memang lebih sedikit. Alhasil, kinerja ekspor selalu rendah dibandingkan Januari. Sementara, jika dilihat secara year on year (yoy), volume ekspor Januari-Februari 2018 mencapai 5,1 juta ton. Atau turun 3% ketimbang periode yang sama di 2017 yang mencapai 5,3 juta ton.

Pada Februari 2018, negara-negara Timur Tengah mencatatkan kenaikan permintaan 41%. Atau dari 148,06 ribu ton di Januari naik menjadi 209 ribu ton pada Februari. Kenaikan permintaan minyak sawit dari negaranegara Timur Tengah ini, merupakan kenaikan biasa karena periode transaksi yang terlihat dari pola bulanan jika pada bulan sebelumnya turun, maka bulan berikutnya naik.

Kenaikan permintaan minyak sawit juga dicatatkan China sebesar 6%, atau dari 307,49 ribu ton pada Januari, naik menjadi 326,30 ribu ton di Februari. Kenaikan ini kenaikan normal juga karena adanya perayaan imlek.

Sementara ini, negara tujuan utama ekspor lainnya mengalami penurunan. Penurunan yang sangat signifikan dicatatkan Amerika Serikat (AS) yakni 50%, atau dari 193,47 ribu ton pada Januari melorot menjadi 95,99 ribu ton di Februari.

Turunnya permintaan dari Negeri Paman Sam ini, diduga karena tingginya stok kedelai di dalam negeri. Penurunan permintaan ini diikuti oleh India 26%, Pakistan 22%, Uni Eropa 17%, Africa 16% dan Bangladesh 4%.

Dari sisi produksi, pada Februari 2018 produksi minyak sawit Indonesia kembali membukukan penurunan 2%, atau dari 3,4 juta ton pada Januari lalu, turun menjadi 3,35 juta ton pada Februari ini.

Penurunan produksi ini merupakan merupakan penurunan normal. Dengan produksi yang masih stabil dan ekpsor yang tidak tinggi, stok minyak sawit Indonesia masih tetap terjaga dengan baik di 3,5 juta di akhir Februari
2018.

Pada bulan mendatang, diperkirakan ekspor mulai meningkat. Terutama ke negara-negar Timur Tengah dan Pakistan. Di mana, negara-negara tersebut sudah mulai menyiapkan stok untuk menyambut datangnya Ramadhan.
Ekspor ke China juga diperkirakan akan meningkat dengan adanya rencana China menaikan tarrif impor kedelai dari AS, sebagai balasan dari kebijakan AS yang menaikan tarif impor baja, aluminium, mesin cuci dan panel surya dari China pada perundingan NAFTA. [tar]

Komentar

x