Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 04:16 WIB
 

Libur Lebaran Ditambah, Bos PLN Malah Ngeri

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 25 April 2018 | 00:29 WIB
Libur Lebaran Ditambah, Bos PLN Malah Ngeri
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Sofyan Basir - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Sofyan Basir mengungkapkan, penambahan libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, bakal berdampak besar kepada PLN.

Sebab, kata mantan Dirut BRI itu, libur Lebaran hampir semua industri tidak beroperasi, alias libur. Apalagi, Lebaran tahun ini, pemerintah menambah tiga hari libur. "Ada satu lagi yang ngeri, libur (lebaran) mati lagi PLN. Heeh," kata Sofyan sambil menggelengkan kepalanya usai RDP Panja Listrik di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Menurut Soyan, libur lebaran tahun lalu, PLN mengalami kerugian alias loss hingga puluhan triliun. Apalagi kalau liburnya diperpanjang maka potensi kehilangan pendapatan membesar. "Itu kemarin hilang Rp90 triliun. Ya itu loss-nya," ujar Sofyan.

Sebelumnya, pemerintah resmi menambah libur nasional di Hari Raya Idul Fitri 1439 H, selama tiga hari. Keputusan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Yakni Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri PAN-RB Asman Abnur, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.

Penekenan SKB ini disaksikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. "Pada kesempatan ini pemerintah akan menambah cuti bersama tanggal 11 dan 12 (Juni 2018) dan sesudah lebaran Idul Fitri tanggal 20 juni 2018," kata Puan saat jumpa pers di Gedung Kementerian PMK, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Sebelum ada keputusan ini, libur Lebaran 2018 terjadi pada tanggal
13-19 Juni 2018. dengan catatan, Hari Raya Idhul Fitri jatuh pada 15 dan 16 Juni 2018. Dengan adanya SKB ini maka libur lebaran berlangsung pada 11-20 Juni 2018. Atau berjumlah 10 hari.

Puan mengatakan, penambahan Libur lebaran 2018 ditetapkan dengan pertimbangan untuk menghindari terjadinya kemacetan. Sehingga pemudik bisa berangkat menuju kampung halaman, jauh-jauh hari. "Salah satu pertimbangan kenapa ditambah cuti bersama yaitu untuk mengurai lalu lintas arus sebelum dan sesuadah mudik," ujar dia.

Dengan adanya keputusan ini, Puan berharap, bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik. "Dan, kami harapkan cukup waktu bagi masyarakat untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halamannya," jelas Puan. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x