Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:15 WIB

FSP BUMN Sesalkan Isu Sara Dilontarkan ke Telkom

Rabu, 25 April 2018 | 14:36 WIB

Berita Terkait

FSP BUMN Sesalkan Isu Sara Dilontarkan ke Telkom
Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono

INILAHCOM, Jakarta - Belakangan, banyak berita miring seputar program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Telkom (Persero). Kabar tersebut acapkali tidak dilandasi data, alias asal bunyi atau hoax semata.

Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono sangat menyayangkan banyaknya berisi bernuansa fitnah yang menyerang Telkom. Khususnya yang terkait penyaluran dana CSR kepada Gereja sebesar Rp3,5 miliar dan masjid hanya Rp100 juta.

"Telkom itu perusahaan terbuka dan setiap kegiatan perusahaan mulai dari pengembangan usaha dan penyaluran CSR Sebagai kewajiban badan usaha yang beroperasi di Indonesia harus dilaporkan secara transfaran Pada publik Dan pengunaan CSR di Telkom juga diawasi oleh Kementrian BUMN. Jadi sangat enggak mungkin pembagian CSR Telkom didasarkan pada subjektivitas, apalagi didasarkan kepada SARA," ujar Arief di Jakarta, Kamis (25/4/2018).

Arief menduga, isu program CSR Telkom ini, dilontarkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Termasuk aksi demo ke Kantor Telkom, beeberapa waktu lalu, diduga saling terkait. Bisa jadi ada yang kebelet masuk direksi Telkom yang sebentar lagi menggelar RUPS.

"Pihak luar bisa saja dari bekas vendor vendor Telkom yang sudah tidak lagi dilanjut kontrak kerjasamanya oleh Telkom karena banyak merugikan Telkom dan jadi parasit di Telkom .Sedangkan pihak dari dalam Telkom bisa saja adalah orang orang yang kebelet jadi direksi Telkom," tutur Arief.

Harus diakui, kata Arief, direksi Telkom saat ini, mampu menorehkan segudang prestasi. Jadi, sangat sulit mematahkan direksi Telkom dari sisi kinerja. Alhasil, kelompok yang kebelet itu menempuh kampanye hitam demi menghancurkan reputasi direksi Telkom. Termasuk melontarkan tudingan diskriminatif program CSR Telkom yang berbau SARA.

Arief menegaskan, Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, meminta pemerintah yakni Kementerian BUMN tidak perlu menanggapi kabar hoax di medsos yang sengaja mendiskreditkan manajemen ataupun karyawan Telkom yang selama ini telah bekerja profesional dan berkinerja sangat bagus. [ipe]

Komentar

x