Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 06:10 WIB

Jokowi Janji Telusuri Keluhan Pengusaha Soal Izin

Rabu, 25 April 2018 | 16:09 WIB
Jokowi Janji Telusuri Keluhan Pengusaha Soal Izin
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo minta pengusaha tak segan melaporkan kendala pengurusan izin investasi. Jokowi juga berjanji menindaklanjuti laporan tersebut.

"Setelah Online Single Submission nanti kita luncurkan, kalau masih ada kendala-kendala, hambatan yang ada di lapangan, kalau masih ada yang main-main dengan perizinan, tolong saya diberitahu. Bisik-bisik saja kecil, pasti saya hajar, pasti akan diperbaiki, pasti akan saya benahi," kata Jokowi saat melepas ekspor perdana Mitsubishi Xpander di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Jokowi mengatakan, pengusaha dan investor tidak perlu takut untuk melaporkan kendala yang terjadi di lapangan, terkait pengurusan izin usaha dan investasi. Dia berjanji akan melanjutkan dan menelusuri penghambat pengurusan izin usaha dan melakukan pembenahan untuk mengatasinya.

Proses perizinan, kata Jokowi, telah menggunakan model administrasi yang lebih modern dan cepat. Dengan sistem data yang terintegrasi seiring peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kendala perizinan seharusnya tak perlu lagi ada hambatan.

Jokowi meminta para menteri dan pemimpin lembaga terkait Online Single Submission (OSS), memastikan penyelesaian proses perizinan dalam hitungan jam. "Ini adalah sebuah loncatan dalam pengurusan perizinan yang sedang kita siapkan. Sebuah perubahan besar-besaran untuk membuat seluruh perizinan dari pusat hingga daerah betul-betul terintegrasi dalam sebuah satu kesatuan," kata Jokowi.

Penerapan OSS, yang mengintegrasikan seluruh pelayanan perizinan mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah menjadi satu kesatuan yang saling mendukung, ditargetkan bisa mendukung upaya pemerintah mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekspor.

Nilai ekspor Indonesia pada 2017 mencapai US$168,7 miliar. Atau naik 19,8% secara tahun ke tahun. Serta melampaui target pertumbuhan sebesar 5,6%. Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Istana Negara, Jakarta, pada 31 Januari 2018. [tar]

Komentar

x