Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:46 WIB

Hindari Impor Benih Bawah Putih dari China Utara

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 26 April 2018 | 10:30 WIB

Berita Terkait

Hindari Impor Benih Bawah Putih dari China Utara
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILACOM, Jakarta - Selain lahan, benih bawang putih untuk ditanam di dalam negeri juga menjadi kendala. Sebab, benih di dalam negeri tidak mencukupi, solusinya ya mengimpor.

"Benih, karena produksi dalam negeri belum mencukupi, maka benih disuplai baik dari dalam maupun luar negeri," kata Dirjen Holtikulturan Kementerian Pertanian, Suwandi saat rapat dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Namun, kata dia, tidak semua benih dari luar negeri itu cocok ditanam di Indonesia. Menurut dia, benih dari Taiwan, Mesir dan India yang bisa tumbuh dengan baik di Indonesia.

"Ini daerah-daerah bawang putih yang sudah kami uji coba di Indonesia dan sudah diuji DNA nya. Apabila mau impor benir bawang putih, rekomendasi kami dari negara-negara ini," kata dia.

Pihaknya tidak menyarankan impor benih bawang putih dari negara China Utara. Sebab, benihnya tidak cocok ditanam di Indonesia. "Kalau dari Cina Utara tidak (tumbuh benih) mohon jangan pakai benih dari Cina Utara," ujar dia.

Diketahui, Kementerian Pertanian membuat Permentan No. 16/2016. Permen itu mewajibkan para importir bawang putih melakukan pengembangan penanaman bawang putih dalam negeri dengan ketentuan bisa menghasilkan 5% dari volume permohonan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) per tahun.

Apabila importir tidak memenuhi hal itu, maka surat persetujuan impor (SPI) tidak akan diberikan kepada importir tersebut. Penanaman benih bawang putih oleh importir diharapkan bisa mendukung setidaknya 50% kebutuhan bawang putih dalam negeri pada 2019.

Adapun total lahan bawang putih Indonesia di 2017 diperkirakan mencapai 5.143 hektar yang terdiri 1.020 hektar kewajiban importir, 1.723 hektar sumbangan APBN Perubahan, 2.200 hektar lahan swadaya masyarakat, dan 200 hektar lahan yang dibuka di awal tahun dengan pembiayaan bersumber dari APBN.

Tahun ini, akan dilakukan penanaman di lahan dengan luas sedikitnya 12.000 hektar. Terdiri atas 5,580 hektar kewajiban importir (sisa RIPH 2017 dan RIPH 2018) ditambah penanaman di lahan seluar 7.000 hektar yang dananya bersumber dari APBN. [ipe]

Komentar

x