Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:45 WIB

Impor Bawang Putih 2017 Tertinggi dalam Sejarah

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 26 April 2018 | 11:30 WIB

Berita Terkait

Impor Bawang Putih 2017 Tertinggi dalam Sejarah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tren impor bawang putih dari tahun ke tahun menunjukan tren kenaikan. Bahkan, pada tahun 2017, impor komiditas itu paling tertinggi.

"Impor semakin meningkat terakhir 2017, 559 ribu ton itu tertinggi. Dan menurut bulannya impor tertinggi di bulan itu bulan juli dan Desember," kata Dirjen Holtikulturan Kementerian Pertanian, Suwandi saat rapat dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Dengan kondisi ini, pihaknya kata dia akan melakukan swasembada pangan. Salah satunya melalui Permentan No. 16/2016. Permen itu menwajibkan para importir bawang putih melakukan pengembangan penanaman bawang putih dalam negeri dengan ketentuan bisa menghasilkan 5% dari volume permohonan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) per tahun.

"Nah kementerian pertanian sudah mengidemtifikasi potensi-potensi yang cocok ditanam, untuk membalikan kondisi supaya swasembada dibutuhkan kira-kira 80 ribu hektar. Sementara potensi yang sudah diidentifikasi di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan lainnya ada 600 ribu. Kami siap mengawal, bagi importir maupun pelaku usaha yang ingin mencari lokasi ini sebarannya," ujar dia.

Dia mengatakan, saat ini wilayah yang menghasilkan bawang putih terringgi ada di Temanggng. "Itu kontribusinya saat ini mencapai 30 persen. Sisanya di Lombok Timur, Karang Anyar, Magelang, di Tegal ada kecil-kecil. Potensi ini ada yang belum pernah ditanam sama sekali," papar dia.

Dengan demikian, dia meyakini pada 2021, Indonesia akan menjadi penghasil bawang putih yang besar. Tentu apabila hal itu dilaksanakan dengan baik. "Insha Allah 2021, kami komitmen Swasembada dengan tahapan demikian. 2018 akan menanam 18 ribu hektar, ini kontribusi dari APBN 7 ribu, dari wajib tanam importir 9 ribu hektar sisanya swadaya masyarakat," ujar dia. [ipe]

Komentar

x