Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 04:43 WIB

Saat Menteri Rini Heran dengan PT Pupuk Indonesia

Oleh : - | Jumat, 27 April 2018 | 04:29 WIB
Saat Menteri Rini Heran dengan PT Pupuk Indonesia
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Apa jadinya kalah tiga BUMN berangkulan? Ketiganya adalah PT Pupuk Indonesia, PT Perkebunan Nusantara III dan PT BNI. Sinergi ini diyakini bisa mengurangi impor pupuk di masa depan.

"Saya senang hari ini bisa menandatangani nota kesepahaman dan diharapkan secepatnya menjadi PKS (Perjanjian Kerja Sama)," kata Menteri BUMN, Rini Soemarno dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Pengadaan Pupuk untuk Kebutuhan PT Perkebunan Nusantara III dan anak perusahaannya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Selama ini, Rini mengaku ada yang janggal, di mana PT Pupuk Indonesia (Persero), memiliki lima pabrik yang tersebar di tanah air. Industri pelat merah ini hanya mampu memasok 10%-15% dari kebutuhan pupuk untuk BUMN perkebunan.

Rini bilang, saat melakukan pengkajian terhadap BUMN perkebunan, ditemukan bahwa hal itu tergantung kepada berbagai alasan, seperti adanya keterlambatan dalam pengiriman.

Untuk itu, ujar dia, dengan sinergi yang lebih baik maka diharapkan selain laba PT Pupuk Indonesia meningkat, juga diharapkan dapat menekan biaya produksi BUMN perkebunan karena efisiensi.

Rini juga menginginkan antara PT Pupuk Indonesia dan PT Perkebunan Nusantara dapat kolaborasi riset mencari formula pupuk yang tepat untuk tanaman yang tepat di tempat yang tepat. Berbagai sinergi yang dilakukan oleh BUMN di Tanah Air dimaksudkan untuk memberikan hasil yang lebih baik bagi bangsa dan negara.

Dirut PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat menyatakan, pihaknya siap untuk menyediakan pupuk yang berkualitas kepada BUMN perkebunan di berbagai daerah. Diingatkan bahwa adanya sinergi dengan BNI maka diharapkan alur pembiayaan ke depannya juga menjadi lebih lancar.

Selain itu, ujar dia, dengan penyaluran dari Pupuk Indonesia maka diharapkan juga dapat mengurangi impor pupuk dan menghemat devisa. Pupuk Indonesia juga siap untuk bekerja sama dalam mendistribusikan pupuk ke berbagai daerah di nusantara.

Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) PT Mitra Desa Bersama siap meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani melalui pengoperasian mesin pengolahan gabah (rice milling unit/RMU) berkapasitas 40 ton gabah kering panen (GKP) dan mampu menghasilkan 4 ton beras per jam.

Pembangunan RMU diresmikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat di Kecamatan Rawamerta-Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/4).

"Pemerintah terus mendorong peran BUMDes meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat desa. BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah sekaligus sebagai agen pembangunan, terus meningkatkan peran mendorong perekonomian masyarakat di pedesaan," kata Rini.

Dengan begitu, menurut Rini, petani tidak hanya mendapat jaminan harga gabah, tetapi juga ada kegiatan usaha lain seperti jual beli pupuk, dan produk-produk lain yang memberikan pendapatan sampingan juga bagi petani. [tar]

Komentar

x