Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:13 WIB
 

Gaduh di Pertamina

DPR: Elia Dipilih Jokowi kok Dicopot Bu Rini

Oleh : Iwan purwantono | Jumat, 27 April 2018 | 10:30 WIB
DPR: Elia Dipilih Jokowi kok Dicopot Bu Rini
Elia Massa Manik - (Foto: Riset)

INILAHCOM, Jakarta - Pencopotan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menyisakan pertanyaan. Apalagi kalau alasannya soal kelangkaan premium dan kasus minyak tumpah Teluk Balikpapan.

Anggota Komisi VI DPR, Inas Nasrullah Zubir menduga pencopotan Elia Massa Manik tanpa izin, atau sepengetahuan Presiden Joko Widodo. Padahal, Jokowilah yang menunjuk Elia Massa menjadi Dirut Pertamina. Jokowi kesengsem dengan Elia Massa yang sukses memipin PT Elnusa. Walhasil, Elia ditunjuk menggantikan posisi Dwi Soetjipto pada Maret 2017. "Oleh karena itu, pak Jokowi seyogyanya membatalkan keputusan RUPS tersebut," ujar Inas di Jakarta, Kamis (26/4).

Inas menjelaskan, pencopotan Elia Massa lebih dipicu faktor like and dislike Menteri BUMN, Rini Soemarno. Selama memimpin Pertamina, Elia Massa bisa saja dinilai sang menteri tidak patuh dan nurut. Semisal soal perubahan nomenklatur direksi di Pertamina yang pembahasannya tidak melibatkan jajaran direksi. Dan, perubahan nomenklatur tersebut tidak melalui kajian akademik yang mumpuni.

"Persoalan like and dislike inipun terjadi ketika Dwi Soetjipto masih menjabat sebagai Dirut Pertamina. Di mana, ketika itu Dwi dicurigai oleh Rini sedang berupaya merebut posisi Rini Soemarno," tegas Politisi Hanura ini.

Senada Inas, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar mengaku miris dengan pergantian direksi PT Pertamina (Persero) dalam waktu singkat. Elia Massa Manik yang baru 13 bulan menduduki kursi direktur utama Pertamina, dicopot.

Kata Arie, perombakan yang terlalu singkat tak akan membuat kemajuan di dalam tubuh perusahaan pelat merah ini. Apalagi, Pertamina dituntut untuk bisa mengalahkan kinerja Petronas, Malaysia. "Kita dituntut pemerintah mengalahkan Petronas Malaysia. Namun, jika terus seperti ini, kemajuan perusahaan untuk mengejar ketertinggalan pasti akan terganggu," ujar Arie. [ipe]

Komentar

 
x