Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 23:52 WIB
 

Kominfo Siap Blokir Total Kartu Prabayar, Asal..

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 27 April 2018 | 17:40 WIB
Kominfo Siap Blokir Total Kartu Prabayar, Asal..
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Operator telekomunikasi seluler wajib melakukan pemblokiran layanan seluler pada 1 Mei 2018 bagi nomor prabayar yang belum registrasi ulang.

Namun kecuali layanan SMS Registrasi ke 4444 yang tepat terlayani sepanjang masa laku kartu belum berakhir. Artinya, nomor kartu prabayar layanan seluler yang belum meregistrasi sampai dengan 1 April, akan diblokir total per 1 Mei 2018.

Kebijakan ini sesuai dengan pada Ketetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Registrasi Kartu Prabayar Seluler. Demikian ditegaskan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof Ahmad M. Ramli.

Oleh karena itu, jelas Ramli, bagi pelanggan yang terblokir total tetap dapat melakukan registrasi melalui SMS ke nomor 4444, telepon ke call center penyedia layanan dan kanal registrasi lainnya yang disediakan seperti melalui menu USSD dan portal selama masa aktif kartu prabayar belum habis.

"Dengan melakukan registrasi ulang maka layanan telekomunikasi dapat dipulihkan seperti semula," tegas Ramli melalui siaran pers Kementerian Kominfo, Jumat (27/4/2018).

Untuk itu, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika itu meminta masyarakat yang belum registrasi segera melakukan registrasi kartu prabayarnya dan agar setiap orang menggunakan NIK (Nomor KTP) dan NoKK (Nomor Kartu Keluarga) secara benar dan berhak.

Secara khusus Ramli meminta kepada perusahaan-perusahaan apapun untuk turut memberikan perlindungan dan kenyaman masyarakat dalam mendapatkan layanan telekomunikasi.

"Dalam rangka melindungi data pribadi dan menciptakan kenyamanan masyarakat, diimbau perusahaan-perusahaan seperti perbankan, kartu kredit, asuransi, peritel, tv kabel dan perusahaan lainnya yang bersentuhan dengan nomor telepon pelanggan agar menghindari marketing berupa menghubungi calon pelanggan via telepon dan sms yang datanya diperoleh secara tanpa hak," imbau Ramli.

Komentar

 
x