Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 02:15 WIB
 

KESDM Ungkap Manfaat Skema Gross Split

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 28 April 2018 | 00:17 WIB
KESDM Ungkap Manfaat Skema Gross Split
Menteri ESDM Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Balikpapan - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan skema gross split lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Sebelumnya pemerintah menggunakan skema kontrak bagi hasil cost recovery.

"Kenapa akhirnya Pemerintah menerapkan sistem gross split? Karena kultur cost recovery itu sudah sangat ketinggalan," kata Jonan di Gedung Unit Pengendalian V Pertamina di Balikpapan.

Melalui pergeseran skema ini, menurut Jonan akan membawa perubahan efisensi atas pengelolaan minyak dan gas di Indonesia. "Kultur gross split yang mendorong efisiensi ini harus jalan. Tidak bisa tidak," tegas Jonan seperti mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (27/4/2018).

Apabila hal ini tidak dijalankan, maka cepat atau lambat sebuah perusahaan kelak mengalami kemunduran. "Tidak ada satu organisasi pun di dunia yang bertahan kalau tidak efisien. Saya tidak pernah melihat," jelas Jonan.

Jonan mendorong transformasi kultur perusahaan migas seyogyanya dibangun dari bagian hulu terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan di sisi hilir. "Apabila ini diterapkan, bakal menjadi lompatan besar bagi perusaahan hulu migas," jelas Jonan.

Sistem cost recovery sudah diterapkan dalam dunia bisnis hulu migas sejak tahun 1960an. Sistem cost recovery dinilai membebani uang rakyat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bahkan, pada tahun 2015 dan 2016, cost recovery lebih besar dari penerimaan migas bagian Pemerintah.

Demi menciptakan efisiensi, pada awal tahun 2017, sistem Kontrak Bagi Hasil Gross Split mulai menggantikan sistem PSC Cost Recovery.

Komentar

 
x