Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 02:27 WIB

Insentif Perusahaan Kembangkan Litbang dan Vokasi

Oleh : - | Sabtu, 28 April 2018 | 11:12 WIB
Insentif Perusahaan Kembangkan Litbang dan Vokasi
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah menyediakan beragam insentif pajak untuk perusahaan. Termasuk insentif pajak di atas 100% atau super deductible tax dari kegiatan litbang. Namun ada syaratnya lho.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, mengungkapkan, terdapat syarat tertentu yang perlu dipenuhi perusahaan apabila ingin menikmati insentif pajak di atas 100% itu.

Hasil riset yang dilakukan harus berdampak besar pada perekonomian nasional seperti peningkatan daya saing produk, memacu ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. "Jadi, harus ada assessment-nya. Tidak serta-merta dari pengakuan mereka, kita berikan insentif," kata Ngakan di Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Bagi perusahaan yang mengajukan insentif, kata Ngakan, bakal dianalisis terlebih dahulu oleh pemerintah. Misalnya, sebuah perusahaan membangun pusat inovasi di Indonesia dengan nilai investasi Rp1 miliar, maka pemerintah akan memberikan pengurangan penghasilan kena pajak sebesar Rp3 miliar. "Jadi bentuk pengurangannya, dari biaya litbangnya dikalikan tiga," jelasnya.

Untuk perusahaan yang bekerja sama dengan SMK untuk memberikan pelatihan dan pembinaan vokasi, serta penyediaan alat industri hingga kegiatan pemagangan dengan menghabiskan biaya Rp1 miliar, maka pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak sebesar Rp2 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani merespons positif adanya insentif fiskal berupa super deductible tax bagi industri yang ingin berinvestasi dalam pengembangan vokasi serta inovasi. "Insentif ini juga ikut memacu perusahaan untuk mendorong para tenaga kerjanya agar lebih kompeten dan inovatif," kata Sukamdani.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Shinta W Kamdani mengatakan, kebijakan itu sebaiknya segera diterapkan karena beberapa negara di ASEAN sudah mengimplementasikannya. "Harusnya sudah sejak dahulu kebijakan itu dikeluarkan," tuturnya.

Dengan adanya aturan itu, ia meyakini, pengusaha tidak akan ragu lagi menginvestasikan modal mereka lebih banyak untuk pengembangan SDM dan riset yang merupakan kunci implementasi revolusi industri 4.0. [tar]

Komentar

x