Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 14:20 WIB

Oleh-oleh Luhut dari Belanda untuk Petani Sawit

Oleh : - | Sabtu, 28 April 2018 | 13:14 WIB
Oleh-oleh Luhut dari Belanda untuk Petani Sawit
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, Pemerintah Belanda menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk membantu petani sawit dan sejumlah masalah lingkungan hidup.

Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/4/2018), mencatat bahwa tawaran itu disampaikan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda Sigrid Kaag dalam sebuah pertemuan di Den Haag, Kamis (26/4/2018).

"Menteri Kaag menanyakan apa yang bisa dibantu negaranya untuk membantu petani, khususnya petani sawit agar bisa melakukan praktik bertani yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Karena yang diminta oleh banyak orang adalah kelapa sawit berkelanjutan," ujar Luhut.

Luhut mengaku, Indonesia dan Belanda sepakat untuk melanjutkan pertemuan membahas hal tersebut. Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan seminar yang difasilitasi oleh Vatikan pada Mei 2018 di Roma yang akan membahas kelapa sawit dan dampaknya terhadap perdamaian dan kemanusiaan.

Sementara Kaag menyatakan niatnya untuk hadir dalam seminar yang akan menghadirkan bukan saja petani rakyat, tetapi juga unsur-unsur dari Parlemen Eropa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), perusahaan-perusahaan multi-nasional pengguna produk kelapa sawit dan negara-negara produsen sawit.

Luhut mengatakan Kaag juga mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan Indonesia dalam melakukan pertemuan-pertemuan dan menjelaskan situasi Indonesia secara umum dan kelapa sawit Indonesia.

Hal lain yang dibicarakan adalah upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi beberapa masalah lingkungan, salah satunya Sungai Citarum yang diklaim sebagai sungai terkotor dunia. "Menteri Kaag juga menawarkan untuk mambantu kita dalam melakukan manajemen pengolahan dan daur ulang limbah plastik. Saya sampaikan bahwa sudah ada perusahaan Belanda yang ikut melakukan hal ini di Sungai Citarum dan ia bersedia memberikan bantuan jika ada yang masih dibutuhkan dalam hal ini," tututr Luhut.

Seusai bertemu dengan Kaag, Luhut melanjutkan kunjungan kerjanya ke Berlin, Jerman, untuk misi membahas mengenai diskriminasi produk turunan kelapa sawit di Uni Eropa (UE).[tar]

Komentar

x