Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 05:58 WIB

Genjot Infrastruktur demi Penghasilan Negara

Sabtu, 28 April 2018 | 15:15 WIB

Berita Terkait

Genjot Infrastruktur demi Penghasilan Negara
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), Wismana Adi Suryabrata - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), Wismana Adi Suryabrata mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur mendorong kenaikan penghasilan suatu negara.

Dalam Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Progres Proyek Strategis Nasional 2018 di Jakarta, Jumat (27/4/2018), Wismana mengatakan, pemerintah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

Wismana mengatakan, pembangunan infrastruktur ditujukan untuk pemenuhan pelayanan dasar, pemenuhan infrastruktur perkotaan, dan infra pendukung sektor unggulan. "Urban transport menjadi penting karena 52 persen penduduk sudah hidup di daerah urban," kata Wismana.

Wismana menambahkan, konektivitas fisik harus dibangun untuk berbagai sektor unggulan, termasuk untuk pariwisata. Ide konektivitas adalah untuk menurunkan biaya logistik. "Ada beberapa pembangunan terkait itu, yakni bandara, kereta api, tol dan lainnya. Misalnya untuk mendukung 10 Kawasan Bali Baru," kata Wismana.

Ujung dari segala pembangunan infrastruktur tersebut, menurut Wismana, ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Terkait strategi pendanaan infrastruktur, tentunya tidak bisa pemerintah menuntaskan sendirian. Harus ada kerangka pembiayaan yang mendorong peran swasta, termasuk di antaranya melalui KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha) dan PINA (pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah).

Ia menyebutkan, total kebutuhan investasi untuk infrastruktur mencapai Rp4.796,2 triliun. Dari jumlah itu, bersumber dari APBN dan APBD sebesar 41,3%, sedangkan dari BUMN sebesar 22,2% dan swasta 36,5%. Kendati melibatkan swasta, Wismana menegaskan tetap ada pengawasan negara agar tidak merugikan masyarakat. [tar]

Komentar

x