Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 11:33 WIB

Rekaman Rini-Sofyan Terungkap, Ini Kata Wapres JK

Senin, 30 April 2018 | 15:30 WIB

Berita Terkait

Rekaman Rini-Sofyan Terungkap, Ini Kata Wapres JK
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (30/4/2018), menjelaskan, pembicaraan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN (persero) Sofyan Basir, bukan terkait pembagian fee yang ramai dibicarakan.

"Saya tahu betul bahwa itu bukan soal fee. Itu hanya soal bagaimana private-public partnership itu dikelola dengan baik. Jadi tidak ada urusan soal fee, tetapi bagaimana private-public partnership itu membangun suatu investasi dengan kerja sama lembaga Pemerintah dan swasta, di situ letaknya," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Kalla menjelaskan, dalam pembicaraan tersebut dibahas mengenai ketentuan saham yang belum mendapatkan kesepakatan antara Kementerian BUMN dan PLN. "Hanya mengatur sahamnya, yang sedikit ada perbedaan pendapat. Di mana Pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN, dapat berapa sahamnya; bukan berapa yang didapat oleh Bu Rini (Soemarno). Jadi pembicaraan itu saya tahu betul tidak ada bicara soal fee, (tetapi) unsur mengatur PPP tadi itu," jelas Kalla.

Keterlibatan Ari Soemarno, yang merupakan kakak kandung Rini Soemarno, serta mantan direktur utama Pertamina, dijelaskan Kalla sebagai pihak yang mengerti tentang gas. Sehingga, pendapat Ari diperlukan dalam pembahasan masalah tersebut.

"Ini ada Pak Ari, karena Pak Ari paling ahli soal gas sehingga diajak untuk menjadi tim ahli. Jadi tidak ada hubungannya. Dan waktu itu (ketika proyek dimulai tahun 2013), Rini belum menjadi menteri, jadi tidak ada hubungannya," kata Kalla.

Sebelumnya, beredar rekaman perbincangan yang diduga suara Rini Soemarno dan Sofyan Basir. Dalam rekaman tersebut dibahas soal pembagian atau share sebuah proyek penyediaan energi dengan melibatkan PT PLN dan Pertamina. Dalam permbicangan antara Rini dan Sofyan, belum tercapai kata sepakat. [tar]


Komentar

x