Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 02:40 WIB
 

Rekaman Pembicaraan Bos BUMN Harus Diungkap Tuntas

Oleh : - | Selasa, 1 Mei 2018 | 16:57 WIB
Rekaman Pembicaraan Bos BUMN Harus Diungkap Tuntas
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Rekaman percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir beredar luas. Dari rekaman itu ada sebutan 'Pak Ari'.

Pihak Kementerian BUMN telah membantah bahwa rekaman tersebut membicarakan pembagian fee proyek. Sayangnya, pernyataan dari Kementerian BUMN tidak menyinggung siapakah Pak Ari dan apa perannya.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menduga, Pak Ari dalam rekaman tersebut menunjuk kepada Ari Soemarno, mantan Direktur Utama Pertamina dan kakak kandung Rini Soemarno.

"Saya sudah dapat rekaman itu. Mereka seperti membicarakan proyek PLN. Apalagi bawa-bawa nama Ari, kemungkinan besar Ari Soemarno. Intinya, kita meminta sebagai pejabat publik untuk segala tindak tanduknya harus dibuka ke masyarakat. Agar tak ada prasangka buruk," kata Marwan kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Suka atau tidak, kata Marwan, terkuaknya rekaman ini mencoreng kredibiliitas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana, Jokowi gencar meemerangi segala bentuk praktik mafia. "Pak Jokowi harus segera membenahi anak buahnya yang sering bermasalah seperti ini. Sekarang eranya pak Jokowi bersih-bersih," tandas Marwan.

Senada dengan Marwan, Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir mengatakan, rekaman percakapan itu merupakan bukti adanya cawe-cawe keluarga Soemarno di Kementerian BUMN. Di mana, nama Ari Soemarno bukanlah sosok asing di bisnis oil and gas.

"Setelah pensiun dari Pertamina, nama Ari Soemarno tidak lagi terdengar alias tenggelam. Tetapi ketika adiknya ditunjuk sebagai Mentri BUMN, maka Ari Soemarno mengemuka kembali," paparnya.

Politisi Hanura ini menduga rekaman pembicaraan yang menyeret nama Air Soemarno ini, terkait dengan tender migas, pengadaan HFO untuk bahan bakar pembangkit listrik terapung dari Turki. "Alat itu disewa PLN yang kini diperiksa KPK," tegas Inas. [ipe]

Komentar

 
x