Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 01:52 WIB

Menunggu Ketegasan Jokowi Soal Rekaman Rini

Oleh : - | Selasa, 1 Mei 2018 | 18:09 WIB
Menunggu Ketegasan Jokowi Soal Rekaman Rini
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Publik dihebohkan dengan beredarnya rekaman percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basir yang diduga membahas fee proyek.

Presiden Jokowi sendiri sudah mengomentari percakapan salah seorang pembantunya di kabinet itu. Sayangnya, komentar Jokowi dianggap tidak tegas. "Saya tidak mau komentar sebelum semuanya jelas," ucap Jokowi singkat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Sikap melempem Jokowi ini sangat disesalkan Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan. Kata Mamit, Jokowi tidak bisa lagi terkesan 'menghindari' masalah itu. Jokowi diminta segera turun tangan dalam skandal percakapan Rini-Sofyan yang sudah berujung melahirkan wacana sebuah pansus di DPR. "Presiden memang harus ikut turun tangan, dia harus membuatnya semuanya lebih clear, sekarang kan masih abu-abu," kata Mamit.

Mamit mengatakan, tahun politik, seluruh isu bisa dimanfaatkan untuk peluru politik dari pihak lawan atau kompetitor. Setelah kemunculan rekaman itu, di tengah masyarakat kini bermunculan banyak persepsi. Seharusnya, Jokowi tidak membiarkan persepsi negatif tersebut menjadi liar. "Kalau dibiarkan begitu saja, persepsi masyarakat bisa bertanya dengan kinerja Jokowi. Dan ini bisa memberatkan PLN dan Pertamina," lanjut Mamit.

Khusus nama Ari Soemarno dalam rekaman tersebut, Mamit mengakui, sosok kakak Rini Soemarno itu, punya nama besar di sektor migas. Sampai saat ini, mantan direktur utama Pertamina itu masih punya pengaruh kuat di bisnis migas khususnya Pertamina.

"Kalau bicara pengaruh dia di Pertamina, kita harus akui masih ada orang-orang dia itu. Jadi secara sosok dia itu, AS (Ari Soemarno) orang yang cukup berkuasa dan berpengaruhlah di Pertamina. Cuma sekarang bagaimana pengaruh itu digunakan untuk kepentingan baik Pertamina," ucap Mamit. [ipe]

Komentar

x