Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 12:40 WIB
 

Rini dan Delegasi China Tinjau Kereta Cepat Jakban

Oleh : - | Rabu, 2 Mei 2018 | 12:58 WIB
Rini dan Delegasi China Tinjau Kereta Cepat Jakban
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno bersama delegasi China, blusukan ke proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Jakban) yang dibangun PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Targetnya beroperasi Maret 2021.

Rini yang heboh lantaran bocornya rekaman pembicaraan dengan Dirut PLN Sofyan Basir ini, tiba di lokasi disambut Delegasi China Railway corporation (CRC) di antaranya President of CRC Lu Dongfu serta pihak Kedutaan Besar China untuk Indonesia. "Baik pemerintah Indonesia, maupun China ingin memastikan dan menjaga kualitas pekerjaan konstruksi kereta cepat ini," kata Rini di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Proyek yang sudah digarap Januari 2016 ini, memiliki total lintasan 142,3 kilometer. Rencananya, kereta ini melintasi 9 kabupaten dan kota, memiliki empat stasiun yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, dan Bandung.

Untuk pengerjaan tunnel 1 yang ditinjau telah menyelesaikan pemadatan 2.700 meter-persegi konstruksi jalan beton, merampungkan pembangunan jalan akses, serta menyelesaikan pembangunan bengkel rebar. Untuk inlet Tunnel 1 sepanjang 1.830 meter menjadi salah satu titik kritis dari total 16.375 meter tunnel yang dikerjakan selama 26 bulan.

Sedangkan untuk pembebasan lahan proyek KCJB, saat ini, telah mencapai 64,2%. Segera dituntaskan seiring percepatan pembangunan kereta cepat Jakban. Sedangkan sisa 8 titik akan dilakukan handover pada 3 dan 8 Mei 2018 mendatang.

Atas capaian ini, Rini cukup puas. Semakin menunjukkan kemajuan yang baik. "Pada saatnya nanti, proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat," ujar Rini.

Karena tingginya kompleksitas dalam pengerjaan tunnel, maka pembangunan tunnel 1 ini didukung oleh pekerja ahli China untuk memastikan teknis, keselamatan dan keamanan. Ke depannya tunnel yang akan ditinjau selanjutnya pada 3 Mei 2018 adalah Walini tunnel, sekaligus juga mengunjungi beberapa temporary facilities seperti Batching Plant, laboratorium, dan Basecamp.

Walini tunnel akan dibangun sepanjang 608 meter, dengan kapasitas penggalian yang dirancang adalah 510.000 m3. Pengerjaan yang saat ini sedang berlangsung di Walini Tunnel adalah penggalian lereng di sisi outlet dan telah selesai dengan total 57.000 m.

Sementara pekerja Indonesia akan terus mendampingi sebagai wujud alih teknologi, kemampuan dan pengetahuan sebagaimana yang telah disepakati dalam agreement antara Indonesia dengan China mengingat ini kali pertama bagi Indonesia membangun tunnel untuk kereta cepat. [tar]

Komentar

x