Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 17:58 WIB

GAPPRI Sebut Kebijakan Rokok AS tak Berdampak

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 2 Mei 2018 | 13:31 WIB
GAPPRI Sebut Kebijakan Rokok AS tak Berdampak
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Ismanu Soemiran, mengatakan, kebijakan baru AS yang mempertegas risiko rokok, tak berdampak kepada industri rokok di Indonesia.

"Enggak berdampak. Itu kebijakan regional sana(Amerika, red)," kata Ismanu dalam perbincangan telpon di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Kata Ismanu, rokok kretek buatan Indonesia, saat ini, tidak masuk ke pasar AS. "Saya tidak menanggapi itu. Sebab kita rokoknya tidak masuk ke sana," ujar dia.

Mengenai berapa bangak ekspor tembakau Indonesi ke AS, Ismanu bilang tidak tahu. Pasalnya, tidak ada laporan resmi dari pihaknya terkait ekspor tembakau Indonesia. "Saya kebetulan tidak tahu soal ekspor. Sebab, yang mengekspor tidak lapor ke kami. Kalau ekspor itu biasanya asosiasi saya engga tahu. Saya kan asosiasi kretek," ujat Ismanu.

Dikutip dari VOa, Pengadilan Federal AS memberi waktu sampai 18 Juni kepada perusahaan-perusahaan tembakau untuk meralat pernyataan di situs mereka terkait risiko rokok. Pengadilan menyebut situs industri rokok menyesatkan masyarakat karena tidak jujur dalam menerangkan risiko rokok.

Perusahaan-perusahaan itu diperintahkan untuk menyertakan pernyataan di bungkus rokok mulai November, demikian putusan yang diketok palu pada Selasa (2/5/2018). Keputusan ini juga berlaku untuk iklan atau promosi rokok di media sosial.

Pernyataan ralat yang diputuskan Pengadilan Federal AL harus menyebutkan bahwa merokok mengakibatkan 1.200 kematian di AS per hari. Dan, rokok dirancang untuk menimbulkan kecanduan nikotin, rokok tidak berkadar tar rendah, ringan dan natural (alami) sama bahayanya dengan yang reguler. Perokok pasif berisiko mengidap penyakit dan menghadapi kematian. [ipe]

Komentar

x