Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 04:04 WIB

Inflasi April Hanya 0,1% Tertolong Panen Raya

Oleh : - | Rabu, 2 Mei 2018 | 17:09 WIB
Inflasi April Hanya 0,1% Tertolong Panen Raya
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Yunita Rusanti, mengatakan, panen raya yang terjadi pada April 2018 memengaruhi laju inflasi sebesar 0,1%.

"Secara umum, inflasi April masih dipengaruhi oleh panen raya yang bulan lalu sudah terlihat," ujar Yunita saat jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Pada April 2018, kata dia, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,26%, Komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain beras, ikan segar, cabai merah, bayam, kangkung, melon, dan cabai rawit.

Sebagian besar indeks kelompok pengeluaran di mana kenaikan tertinggi terjadi di kelompok sandang sebesar 0,29%. Selanjutnya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,24%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16%; kelompok kesehatan sebesar 0,22%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04%; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,19%. "Inflasi sandang 0,29 persen. Share-nya 0,01 persen didominasi oleh emas perhiasan yang memberikan andil inflasi 0,01 persen. Jadi itu yang mendominasi untuk sandang," ujar Yunita.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2018, antara lain bawang merah, daging ayam ras, bensin, tarif kontrak rumah, telur ayam ras, tomat sayur, jeruk, pisang, rokok kretek filter, dan emas perhiasan.

Dan, sebagian besar kelompok pengeluaran memberikan andil atau sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,05%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,04%; kelompok sandang sebesar 0,02%; kelompok kesehatan sebesar 0,01%; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03%.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan deflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,05%. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak memberikan andil atau sumbangan terhadap inflasi nasional.

Dari 82 kota, sebanyak 54 kota mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,32% dengan IHK dan terendah terjadi di Padang dan Kudus, masing-masing 0,01%. Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,26% dan terendah terjadi di Medan, Bandar Lampung, dan Tegal masing-masing sebesar 0,01%.

Komponen inti pada April 2018 mengalami inflasi sebesar 0,15%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-April) 2018, mengalami inflasi sebesar 0,91% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2018 terhadap April 2017) sebesar 2,69%. [tar]

Komentar

x