Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 09:20 WIB
 

Inilah Jurus DKI Jaga Akuntabilitas Keuangan

Oleh : - | Kamis, 3 Mei 2018 | 05:09 WIB
Inilah Jurus DKI Jaga Akuntabilitas Keuangan
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI membangun Sistem Informasi Akuntabilitas Pendidikan Bantuan Operasional Sekolah dan Bantuan Operasional Pendidikan berbasis Cash Management System (CMS SIAP BOS BOP). Demi akuntabilitas.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menjelaskan, melalui sitem ini, anggaran belanja daerah dapat dikelola secara digital dan transaksinya juga dapat dilakukan secara non-tunai.

"Sistem ini penting karena kita fokus untum hadirkan sistem pendidikan yang lengkap dan tuntas. Dulu kerjanya manual. Bendahara harus antri di bank, bawa uang kemana-mana sangat bahaya sekali. Sekarang sudah jauh lebih mudah cepat dan realtime," ujar Sandi, sapaan akrabnya.

Manfaat lainnya dari penggunaan sistem CMS SIAP BOS dan BOP dapat mencegah kebocoran anggaran. Dana keuangan sekolah seperti BOS dan BOP dapat dipantau melalui satu aplikasi secara online dan realtime.

"Dengan sistem ini mampu Menekan kebocoran anggaran. Komitmen kita agar anggaran kita tepat sasaran. Tingkatkan pengendalian internal jadi semua pembukuan di sekolah bisa dilakukan lewat sistem mulai dari TK, SD, SLTP, SMU disemua level pendidikan. Jadi Kepala sekolah stop kebiasaan lama, stop gunakan BOS BOP secara manual. Enggak ada lagi BOS pake cek dan tunai," tuturnya.

Sementara, Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi menjelaskan, melalui sistem ini nantinya kepala sekolah dan Bendahara akan diberikan Token sendiri yang berbeda. Sehingga pemindahbukuan dana BOS BOP hanya dapat dilakukan jika terdapat persetujuan melalui token bendahara dan token kepala sekolah.

"Para bendahara sekolah melalui token bendahara melakukan input transaksi yang telah diverifikasi. Selanjutnya berdasarkan token persetujuan dari Kepala Sekolah, bendahara melakukan perintah pemindahbukuan ke rekening pihak penyedia barang dan jasa," kata Kresno.

Bank DKI, menurut Seno, dipercaya untuk menyediakan layanan transaksi mengelola dana BOS dan BOP DKI Jakarta dengan jumlah sekolah negeri yang menerima bantuan sebanyak 2.062 sekolah. Per Maret 2018 jumlah transaksi telah mencapai 141.725 transaksi dengan nominal sebesar Rp425,89 miliar.

"Jadi jika Input transaksi dan perintah pemindahbukuan secara on-line dan real-time tersebut, akan meningkatkan penanggungjawaban dana BOS dan BOP kemudian juga dapar meningkatkan kualitas laporan keuangan," tutupnya. [tar]

Komentar

 
x