Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 15:05 WIB
 

Daerah Ini Inflasinya 'Juara' di Bulan April

Oleh : - | Kamis, 3 Mei 2018 | 06:29 WIB
Daerah Ini Inflasinya 'Juara' di Bulan April
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Indriya Purwaningsih - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jember - Inflasi Kabupaten Jember pada April 2018 mencapai 0,40%, melampaui inflasi Jawa Timur sebesar 0,18% atau nasional 0,10%. Bahkan, inflasi Jember tertinggi dari delapan kota indeks harga konsumen di Jawa Timur.

"Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Jember di antaranya bawang merah, bensin, daging ayam ras, telur ayam ras, batu bata dan rokok kretek filter," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Indriya Purwaningsih di Jember, Jawa Timur, Rabu (2/5/2018).

Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, kata Indriya, tujuh kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Di mana, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Jember 0,40%. Disusul Kota Madiun 0,22%, Kota Probolinggo 0,21%, Kota Surabaya 0,20%, Kota Kediri dan Kota Malang masing-masing 0,14%.

Sedangkan untuk inflasi terendah, terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,04%. Sedangkan kota yang mengalami deflasi adalah Kabupaten Sumenep sebesar 0,02%.

Pada April 2018, Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,18%. Angka ini juga di atas inflasi nasional sebesar 0,10%. "Harga bawang merah pada bulan April di Jember mengalami kenaikan yang sangat signifikan yakni sebesar 23,86 persen, dengan sumbangan inflasinya sebesar 0,105 persen dan merupakan komoditas penyumbang inflasi terbesar selama April 2018," tutur Indriya.

Indriya bilang, persediaan bawang merah selama April 2018 di Kabupaten Jember, sangat minim ketimbang permintaan konsumen di pasar. Alhasil, harga di perdagangan besar/grosir mengalami kenaikan yang signifikan.

"Ke depan TPID harus melakukan terobosan untuk menekan harga bawang merah karena Kabupaten Jember sebagian besar bergantung pada daerah lain seperti Kabupaten Probolinggo yang menjadi daerah sentra bawang merah," katanya.

Untuk komoditas penyumbang deflasi atau yang menghambat laju inflasi di antaranya sebagian besar berasal dari kelompok pengeluaran bahan makanan seperti, beras, bayam, sawi hijau, wortel, cumi-cumi, jeruk, melon, kacang panjang, cabai rawit.

"Inflasi bulan April 2018 di Jember terdiri atas komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, dan komponen diatur pemerintah (administered) mengalami inflasi sebesar 0,44 persen, sedangkan komponen bergejolak (volatile foods) mengalami deflasi sebesar 1,62 persen," katanya.

Berdasarkan catatan BPS Jember, selama tiga belas tahun terakhir, yaitu periode 2006-2018, pada April terjadi sembilan kali inflasi dan empat kali deflasi. Tahun 2006 merupakan inflasi tertinggi sebesar 0,99% dan inflasi terendah pada 2014 sebesar 0,01%.

Sedangkan 2009, merupakan deflasi tertinggi sebesar 0,87% dan deflasi terendah pada 2013 sebesar 0,34%. Angka inflasi April 2018 mencapai 0,40%. Atau lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2017 sebesar 0,28%.

"Kami berharap TPID Jember juga mengantisipasi adanya lonjakan harga bahan pokok pada Mei 2018 karena memasuki awal Ramadan, sehingga laju inflasi dapat dikendalikan," ujarnya. [tar]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x