Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 15:04 WIB
 

Inflasi Jelang Ramadan, BI Jamin Bisa Kendalikan

Oleh : - | Kamis, 3 Mei 2018 | 13:50 WIB
Inflasi Jelang Ramadan, BI Jamin Bisa Kendalikan
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Semarang - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data inflasi April 2018 sebesar 0,1%. Bagaimana dengan inflasi bulan ini yang bertepatan dengan momentum Bulan Puasa? Biasanya, harga bahan pangan naik memicu inflasi.

Namun, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo punya pandangan berbeda. Kenaikan permintaan barang menjelang dan saat Ramadan pada pertengahan Mei ini, tidak akan signifikan mengerek kenaikan harga (inflasi).

Alasannya, produksi dan pasokan barang terutama komoditas pangan strategis yakni beras, daging dan cabai, cukup terjaga. "Untuk kelompok tarif barang bergejolak (volatile food), ada panen holtikultura jadi sudah mereda inflasinya," kata Dody di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/5/2018).

Kata Dody, BI sudah mengkalkulasi semua tekanan inflasi yang akan timbul selama Ramadan. Selain volatile food, dampak dari kenaikan harga bensin non-subsidi sudah mereda pada Mei 2018.

Pada April 2018, kenaikan harga bensin non-subsidi yakni Pertalite, sempat menjadi salah satu penyumbang inflasi dari sisi administered prices sebesar 4,04% (yoy). "Sudah dalam kalkulasi kita semua. Kalau sifatnya Ramadhan, dengan tekanan yang lazim terjadi, sudah kita perhitungkan," ujar Dody.

Sementara, Menko Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan, pemerintah mengupayakan pengendalian inflasi menjelang Ramadan dengan meningkatkan stabilisasi harga bahan pokok, terutama komoditas yang rentan inflasi seperti beras, daging dan cabai.

Dengan perumusan kebijakan tersebut, menurut Darmin, harga komoditas akan kembali mengalami penurunan, meski dalam periode ini harga pangan sudah stabil. "Kita ada langkah khusus kebijakan yang diambil untuk mendorong harga turun terutama beras dan daging," kata mantan Gubernur BI itu.

Darmin memproyeksikan, laju inflasi tahun ke tahun (yoy) menjelang Lebaran, atau akhir Mei 2018 tidak akan melampaui 3,5%. Adapun, hingga akhir April 2018, inflasi sebesar 3,41% (yoy).

Selama April 2018, terjadi perlambatan inflasi inti menjadi 0,15% (bulan ke bulan/mtm) dari Maret 2018 yang mencapai 0,19% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi kelompok inti adalah emas perhiasan dan kontrak rumah.

Selain itu, inflasi April 2018 didorong kelompok administered prices, bersumber kenaikan harga bensin nonsubsidi (Pertalite) pada akhir Maret 2018. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi 4,04% (yoy). Atau lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya sebesar 5,11% (yoy). [tar]

Komentar

 
x