Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 06:00 WIB

Rekaman Rini & Sofyan Bikin Investor Kabur?

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 3 Mei 2018 | 19:50 WIB

Berita Terkait

Rekaman Rini & Sofyan Bikin Investor Kabur?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo diminta segera merespons beredarnya rekaman percakapan Menteri BUMN dan Dirut PLN Sofyan Basir yang diduga membahas adanya fee proyek.

Rekaman percakapan itu dinilai jadi bukti bermasalahnya pengelolaan BUMN dan akan mengurangi kepercayaan investor berinvestasi di Indonesia.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra el Talattov, menyampaikan, dalam rekaman percakapan itu juga kental nuansa kolusi karena Rini diduga berusaha memuluskan sepak terjang kakaknya, mendapat fee. "Percakapan yang kental nuansa kolusi, menunjukkan adanya intervensi yang tidak sehat di BUMN," kata Abra, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

"Investor akan melihat kasus rekaman Menteri Rini sebagai preseden buruk, BUMN tidak fleksibel karena selalu diatur-atur dan akhirnya investor nanti tidak mau lagi membiayai proyek-proyek BUMN," lanjut Abra.

Selain itu, kata Abra, rekaman Rini-Sofyan juga mencoreng citra pemerintah dan bisa berdampak pada sulitnya mendapat kepercayaan investor. "Karena jatuh rugi BUMN kan yang akan nanggung pemerintah. Yang bisa dilihat langsung dari kasus ini adalah citra-citra BUMN akan memburuk di mata investor," kata Abra.

Saat pemerintah kehilangan kepercayaan investor, lanjut Abra, maka dampak buruk selanjutnya akibat perbuatan Rini adalah tersendatnya aliran modal untuk menjalankan berbagai proyek strategis. "Ketika investor ragu untuk investasi pada akhirnya aliran modal semakin sulit, kurs rupiah akan tertekan, itu risikonya," ungkapnya. [ipe]


Komentar

x