Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 10:24 WIB

Bandara Kertajati Siap Jadi Bandara Umroh & Haji

Oleh : - | Jumat, 4 Mei 2018 | 10:11 WIB
Bandara Kertajati Siap Jadi Bandara Umroh & Haji
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Majalengka - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diproyeksikan untuk melayani penerbangan calon jamaah Haji dan Umroh 2018.

Kalau tak ada aral, bandara anyar yang beroperasi pada 24 Mei 2018, diperkenalkan kepada 150 agen travel Haji dan Umrah di area terminal pada Rabu (2/5/2018). Sosialisasi bandara pemilik three letter code 'KJT' ini, disampaikan langsung Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra.

"Bandara ini ketika sudah beroperasi tentu harapan kita bisa juga melayani kebutuhan masyarakat untuk Haji dan Umrah. Karena pasar untuk umrah ini sangat besar di Jawa Barat," kata Virda dalam rilis kepada media, Kamis (3/5/2018)

Virda bilang, Indonesia merupakan negara kedua setelah Pakistan yang menerbangkan sekitar 875.958 jamaah umrah pada 2017. Setiap tahunnya terjadi kenaikan rata-rata 25%, di mana pada 2016, jamaah yang menunaikan ibadah ke Tanah Suci mencapai 700.766 jamaah.

Masih kata Virda, Jawa Barat merupakan provinsi yang berkontribusi besar dengan persentase 18% untuk keberangkatan jamaah umrah. "Sehingga kehadiran Bandara Kertajati ini bisa menekan kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta sekaligus mendukung kemudahan transportasi masyarakat yang hendak umroh maupun haji ke Arab Saudi," ucap Virda.

Menurut Virda, dari segi fasilitas, Bandara Kertajati sudah cukup memadai untuk melayani penerbangan haji dan umrah. Fasilitas untuk kenyamanan calon jamaah juga disiapkan yakni lounge haji dan umroh seluas 1.300 meter-persegi di lantai tiga.

Bandara ini dilengkapi dengan landasan pacu yang panjangnya 2.500 meter. Dengan landasan ini, maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia menawarkan pesawat Boeing 737 sebagai penyesuaian terhadap runway yang ada.

Karena untuk menggunakan Boeing 777 yang bisa direct ke Jedah, runway bandara ini harus memiliki panjang sampai 3.000 meter. Sisa dari perpanjangan runway 500 meter, saat ini akan dilaksanakan PT Angkasa Pura (AP) II selaku operator bandara. Diproyeksikan bisa rampung pada Oktober 2018.

"Kita sendiri (area terminal) sudah sangat siap. Tapi kalau dia terbang menggunakan (Boeing) 777 atau Airbus, ada yang namanya technical landing. Kalau 777 itu harus ke Soekarno-Hatta mengisi bahan bakar. Kalau Airbus itu bisa (transit) ke Padang atau Batam," terang Virda.

Dari seluruh kesiapan itu, BIJB masih menanti Kementerian Agama (Kemenag) selaku pemilik otoritas untuk pelayanan penerbangan haji 2018 ini. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberi sinyal bahwa Bandara Kertajati sangat layak digunakan untuk keberangkatkan haji tahun ini.

"Yang pasti kita siapkan semua apapun nantinya keputusan pemerintah untuk melayani penerbangan haji 2018 ini. Karena semua itu keputusannya ada di Kementerian Agama," imbuh Virda. [ipe]

Komentar

x