Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:32 WIB

Rupiah Lesu, BI Lakukan Ini dengan Jepang

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 5 Mei 2018 | 01:01 WIB
Rupiah Lesu, BI Lakukan Ini dengan Jepang
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan pihak Kementerian Keuangan Jepang sepakat merevisi bilateral swap arrangement (BSA) kedua negara.

Kerja sama Swat ini adalah dalam rangka memperkuat cadangan devisa BI dalam menjaga stabilnya nilai tukar rupiah. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar kian menunjukan pelemahan.

Kesepakatan tersebut dilakukan di tengah rangkaian pelaksanaan pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN+3 di Manila, Jumat (4/5/2018).

"Amandemen tersebut memungkinkan Indonesia untuk melakukan swap rupiah dengan yen sebagai tambahan fasilitas swap rupiah dengan dolar Amerika Serikat (US$) yang tersedia pada perjanjian BSA yang berlaku saat ini," kata Kepala Departemen Internasional BI, Doddy Zulverdi di kantor BI, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Dia menjelaskan, nilai total perjanjian BSA tersebut mencapai US$22,76 miliar. Saat ini kedua otoritas tengah melakukan diskusi yang lebih detail terkait amandemen BSA dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan proses amandemen tersebut.

Adapun rencana amandemen BSA merupakan kelanjutan dari kerja sama BSA yang telah ada sebelumnya. Sebagai informasi, perjanjian kerja sama BSA pertama kali ditandatangani pada 17 Februari 2003 dan telah beberapa kali diamandemen dan diperpanjang.

Perjanjian BSA yang berlaku saat ini antara Jepang-lndonesia adalah kerja sama yang telah disepakati pada 12 Desember 2016 dan akan berakhir pada 12 Desember 2019.

Kerja sama BSA yang berlaku saat ini merupakan kerja sama pertukaran mata uang (swap) rupiah dengan US$ antara Jepang dengan Indonesia untuk mengatasi kesulitan likuiditas akibat permasalahan neraca pembayaran dan likuiditas jangka pendek. Total nilai kerja sama ini mencapai US$22,76 miliar.

Kesepakatan amandemen BSA ini merupakan penguatan atas BSA sebelumnya, terutama dari sisi fleksibiltas mata uang yang dapat digunakan. Dalam rencana amandemen BSA tersebut, Bank Indonesia dapat melakukan penarikan dalam yen sebagai tambahan fasilitas penarikan dalam US$ yang telah tersedia dalam perjanjian kerja sama BSA yang berlaku saat ini.

Rencana amandemen BSA ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mendorong penggunaan mata uang lokal di kawasan pada jangka menengah, termasuk penggunaan yen.

Penguatan BSA ini juga merupakan bentuk nyata upaya kontinu Bank Indonesia untuk memperkuat jaring pengaman keuangan internasional sebagai salah satu policy tools dalam menjaga dan memelihara stabilitas nilai tukar rupiah.

Meski saat ini jumlah cadangan devisa Indonesia sekitar US$126 miliar (posisi per Maret 2018) masih di atas standar kecukupan internasional (sekitar 3 bulan impor), rencana penguatan BSA ini akan semakin memperkuat ruang gerak Bank lndonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dan diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi terhadap stabilitas makroekonomi indonesia.

Dia menjelaskan, Amandemen kerja sama BSA ini menunjukkan semakin kuatnya kerja sama keuangan dan ekonomi kedua negara. Jepang merupakan negara tujuan ekspor utama bagi indonesia dengan rata-rata nilai ekspor selama 2010-2016 mencapai US$23,9 miliar (pangsa 14,2% dari total ekspor Indonesia).

Sementara itu, Jepang merupakan negara asal impor ketiga terbesar setelah Tiongkok dan Singapura dengan rata-rata nilai impor selama 2010-2016 mencapai USD17,1 miliar (pangsa 10,6% dari total impor lndonesia). Jepang juga mempunyai peran penting dalam pembiayaan investasi langsung bagi Indonesia dan menempati posisi kedua sumber FDI Indonesia setelah Singapura, dengan pangsa 17,6% selama 2017 (US$4,05 miliar).

Rencana amandemen ini juga menunjukkan komitmen kedua otoritas untuk menjaga stabilitas keuangan regional di tengah masih berlangsungnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Selain itu, amandemen ini juga merupakan upaya lintas negara dalam rangka memperkuat resiliensi ekonomi kawasan.

Sebagimana diketahui, selain dengan lndonesia, Jepang juga melakukan penguatan BSA dengan negara lain, antara lain BSA Jepang dengan Filipina yang telah berlaku efektif sejak 6 Oktober 2017.

Komentar

x