Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 02:34 WIB

Bawang Bombai Ilegal Beredar, Kementan Bertindak

Oleh : - | Sabtu, 5 Mei 2018 | 10:11 WIB
Bawang Bombai Ilegal Beredar, Kementan Bertindak
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Masuknya bawang bombai asal India ke sejumlah pasar membuat kementerian pertanian segera bergerak. Lantaran, bawang bombai tersebut melanggar Kepmentan Nomor 105 Tahun 2017 tentang Karakteristik Bawang Bombai Impor.

"Kami mengusut kasus ini, dengan menerjunkan tim ke lokasi untuk mengetahui pasti dan pendalaman," kata Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Suwandi mengatakan, Kementan sudah bergerak cepat untuk turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengusut impor bawang bombai tersebut sehingga dapat diselesaikan dengan tuntas.

Kementan juga meminta klarifikasi kepada importir bawang bombai, terkait kasus tersebut. Selain itu, Badan Karantina Pertanian (Barantan) sebagai pintu arus komoditas pertanian keluar dan masuk, diminta untuk memperketat penjagaan.

Suwandi menambahkan, Kementan tidak pernah mengeluarkan izin impor yang bertentangan dengan regulasi. "Sosialisasi terkait Kepmentan yang mengatur ukuran bawang bombai sudah dilakukan, kalau ada yang melanggar akan kami tindak. Terlebih lagi impor bawang merah lantaran produksi dalam negeri melampaui kebutuhan," kata dia.

Ia menegaskan Indonesia sudah mengekspor bawang merah ke sejumlah negara, seperti Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura. "Jadi tidak mungkin kami impor bawang merah, apalagi beberapa bulan lalu harganya sempat turun karena produksi melebihi kebutuhan," kata dia.

Petani bawang merah sebelumnya mengeluhkan kehadiran bawang bombai ke sejumlah pasar di berbagai daerah dan diduga masuknya ilegal. Hal itu menyebabkan harga bawang merah kembali turun.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, berpendapat, bawang tersebut berukuran dua sentimeter dan berwarna merah. Alhasil, ketika dioplos dengan bawang merah lokal, akan terlihat sama.

Sementara, Kepmentan Nomor 105 Tahun 2017 menyebutkan, bawang bombai yang bisa diimpor cuma dua jenis, yakni bawang bombai cokelat berumbi putih, dan bawang bombai merah. Kemudian, dibelah secara melintang dengan diameter minimal lima sentimeter. [tar]

Komentar

x