Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 23:57 WIB
 

Peternak Lokal Dibikin Panik Ayam Negeri Samba

Oleh : - | Sabtu, 5 Mei 2018 | 12:13 WIB
Peternak Lokal Dibikin Panik Ayam Negeri Samba
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bogor - Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) menyiapkan strategi khusus mengantisipasi masuknya ayam impor asal Brazil. Menyusul kekalahan Indonesia atas gugatan Brazil ke WTO.

"Kita sudah kalah di sidang WTO, Brazil yang mengajukan gugatan agar Indonesia membuka keran impor untuk ayam, mau tidak mau ini harus diberlakukan," kata Ketua GOPAN, Herry Dermawan di Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/5/2018).

Dalam merancang strategi ini, GOPAN menggelar Rapat kerja nasional (Rakernas) untuk pertama kalinya. Rakernas dihadiri seluruh perwakilan organisasi peternak ayam nusantara.

Menurut Herry, hasil sidang WTO yang dimenangkan oleh Brazil, memaksa Indonesia harus membuka keran impor ayam dari Brazil. "Ini menjadi ancaman serius," katanya.

Herry mengatakan, jika ayam Brazil masuk ke Indonesia, akan mengancam nasib peternak mandiri dalam nengeri. Situasi ini menjadi ancaman krusial, karena harga ayam Brazil lebih murah, sehingga harga ayam akan turun.

Jika harga ayam turun, kata dia, peternak harus menanggung kerugian. Kalau terus merugi maka peternak bakal gulung tikar. "Peternak di Brazil sudah sangat efisien dan biaya produksinya sudah sangat murah," kata Herry.

Menurut Herry, harga ayam Brazil dapat murah karna negeri Samba tersebut salah satu produsen jagung di dunia. Harga jagung di Brazil paling mahal Rp2.200 sedangkan di Indonesia Rp 4.000 bahkan lebih, kalau paceklik bisa Rp 5.000.

Asal tahu saja, harga jagung berpengaruh dengan ayam karena 50% bahan baku untuk pakan adalah jagung. Di satu sisi kebijakan harga jagung adalah upaya pemerintah mengangkat petani jagung. "Perlu ada upaya apa saja yang dirumuskan bersama untuk mengatasi importasi ayam Brazil," kata Herry.

Herry mengatakan hal ini tidak serta merta memudahkan negara Brazil untuk mengekspor daging ayam ke Indonesia. Namun menjadi sebuah ancaman sekaligus tantangan bagi industri perunggasan nasional untuk lebih berdaya saing. "Tentunya menjadi tugas pemerintah dalam penguatan dan perlindungan pelaku perunggasan khususnya peternak ayam mandiri," katanya. [tar]

Komentar

 
x