Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 02:11 WIB
 

Berkah Perang Dagang AS

China Tambah Impor Komponen Elektronik RI

Oleh : - | Sabtu, 5 Mei 2018 | 15:09 WIB
China Tambah Impor Komponen Elektronik RI
Presiden Joko Widodo (tengah) memperkenalkan Duta besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo (kiri) kepada Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping di Balai Agung Rakyat di Beijing, - (Foto: ANTARA)

INILAHCOM, Shanghai - China berniat meningkatkan impor produk komponen elektronik buatan Indonesia. Guna mengisi kekosongan impor dari Amerika Serikat (AS), efek dari perang dagang.

"Produk komponen elektronik kita sangat kuat di sini. Potensinya cukup besar. Ini yang bisa kita perbanyak ekspornya," kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun di Shanghai, Sabtu (5/5/2018).

Dubes Djauhari Oratmangun, menyebutkan, nilai impor komponen elektronik China dari Indonesia sampai saat ini mencapai US$4miliar. Nilai itu sama dengan impor biodiesel namun di atas impor perangkat rumah tangga, kayu, dan kayu olahan yang hanya mencapai US$3 miliar.

"Meningkatnya ekspor kita ini bisa menekan defisit perdagangan kita dengan China dari 25 miliar dolar AS menjadi hanya lima miliar dolar AS pada tahun lalu," ujarnya sebelum terbang ke Jakarta untuk ikut menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri China Li Keqiang di Indonesia atas undangan Presiden Joko Widodo.

Volume perdagangan Indonesia-China, sebut Dubes, saat ini telah mencapai US$65 miliar dan diyakini akan terus meningkat. "Mereka juga baru memberikan kesempatan kepada kita untuk mengekspor buah tropis seperti manggis, nanas, dan durian, selain juga sarang burung walet," kata Djauhari yang baru 13 hari bertugas sebagai Dubes RI berkuasa penuh untuk China merangkap Mongolia yang berkedudukan di Beijing.

Sementara itu PM Li Keqiang akan melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia pada 6-8 Mei 2018. Dalam kunjungan itu, PM Li dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Minggu (6/5/2018). [tar]

Komentar

 
x