Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 05:24 WIB

PUPR Beri Akses Air Bersih ke 898 Ribu Warga MBR

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Minggu, 6 Mei 2018 | 11:41 WIB

Berita Terkait

PUPR Beri Akses Air Bersih ke 898 Ribu Warga MBR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memperluas akses air bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Ketersediaan air bersih turut berperan mencegah gisi buruk dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR telah melaksanakan program hibah air minum perkotaan sejak 2012. Program ini menjadi terobosan untuk mengatasi kendala penyediaan air bersih bagi MBR terutama karena tingginya nilai investasi jaringan perpipaan.

Hingga tahun 2017 sebanyak 898.730 rumah MBR telah tersambung jaringan air bersih perpipaan di 212 Kabupaten dan Kota di 32 Provinsi.

Program ini akan berkontribusi dalam pencapaian target 100-0-100 yakni yakni 100% akses aman air minum, 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi layak di 2019.

"Perlu kerja keras untuk mencapai target tersebut. Melalui program ini, Pemda merencanakan secara mandiri dengan kapasitas yang mereka miliki sehingga target bisa dicapai," kata Basuki dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (5/5/2018).

Basuki mengungkapkan, hingga akhir 2017, cakupan pelayanan air minum aman secara nasional baru mencapai 72% atau masih ada gap 28% dari target.

Hibah diberikan dengan mekanisme Pemerintah Daerah membiayai terlebih dahulu investasi jaringan perpipaan hingga ke sambungan rumah (SR) MBR. Setelah dilakukan verifikasi, maka Pemerintah Pusat akan mengganti biaya yang dikeluarkan Pemda.

Besaran nilai hibah yang akan diterima Pemda adalah Rp 2 juta per SR untuk pemasangan 1-1.000 SR pertama dan akan meningkat Rp 3 juta untuk sambungan ke 1.001 dan seterusnya.

Melalui hibah tersebut, masyarakat akan menikmati keuntungan membayar biaya sambungan baru yang lebih murah dari biaya pemasangan SR regular bahkan bebas biaya.

Amak Nur, warga Kabupaten Pesisir Selatan mengaku tidak membayar untuk mendapatkan sambungan air bersih perpipaan melalui program hibah ini.

"Hanya mengumpulkan KTP dan Kartu Keluarga. Sebelumnya saya menggunakan air sumur," jelas dia. [jin]

Komentar

x