Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:10 WIB

Banyak Kendala, Subsidi BBM Satu Harga Bengkak

Senin, 7 Mei 2018 | 05:19 WIB

Berita Terkait

Banyak Kendala, Subsidi BBM Satu Harga Bengkak
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jayapura - Manajemen PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua menyebut, kuota program BBM Satu Harga bergantung pemerintah daerah.

"Kami selalu melihat dari rekomendasi pemerintahan daerah, kemudian jumlah itu pun sudah kami survei sedetil mungkin untuk mengetahui kebutuhan sebenarnya dari masyarakat," ujar General Manager Pertamina MOR VIII, B Frans Justus Lapian di Jayapura, Papua, Minggu (6/5/2018).

Kata Frans, penyaluran BBM dalam program itu, berada di wilayah 3T yakni Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Realisasinya tidak mudah karena terkendala masalah transportasi.

"Kalau kuota terlalu kecil nanti masyarakat mengeluh, tetapi kalau terlalu besar nanti biaya distribusinya luar biasa sehingga kami benar-benar evaluasi," kata Frans.

Frans mengklaim, dari 21 titik penyaluran BBM Satu Harga di Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara, Pertamina telah menyesuaikan kuota di sejumlah titik tertentu. Kebanyakan adalah penambahan kuota.

"Sudah ada beberapa penambahan kuota, tapi kami merasa perlu untuk terus berkordinasi dengan pemerintahan setempat untuk mengetahui kebutuhan wajarnya," kata Frans.

Kebijakan dan program BBM Satu Harga diluncurkan pada 18 oktober 2016. Pemerintah mengalokasikan dana subsidi khusus sebesar Rp400 miliar untuk penyaluran BBM di wilayah 3T itu. Realisasi hingga akhir 2017, subsidi untuk program BBM Satu Harga itu, membengkak menjadi Rp800 miliar.[tar]

Komentar

x