Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:51 WIB

PM Li Datang, Kerja Sama dengan China Deal

Senin, 7 Mei 2018 | 19:20 WIB

Berita Terkait

PM Li Datang, Kerja Sama dengan China Deal
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Bogor - Pemerintah RI dan China (Tiongkok) menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama pembangunan infrastruktur.

Penandatanganan ini bersamaan dengan kedatangan Perdana Menteri China Li Keqiang ke Indonesia. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam acara yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/5/2018), enandatangani Nota Kesepahaman tentang promosi kerja sama pembangunan koridor ekonomi komprehensif regional bersama timpalannya dari Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional Tiongkok.

Koridor ekonomi itu, rencananya dibangun di sejumlah provinsi yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Bali. Penandatanganan MoU disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PM Li Keqiang.

Dalam pernyataan pers bersama Li dan Jokowi, pemerintah Tiongkok berencana mengirim tim ahli untuk menelaah usulan empat koridor ekonomi tersebut yang terkait antara lain pembangunan pelabuhan serta industri pengolahan perikanan.

Selain itu, nota kesepahaman kedua yang ditandatangani adalah Nota tentang Kajian Rancangan untuk Pembangunan Proyek Waduk Jenelata dan Waduk Riam Kiwa.

Pihak yang menandatangani nota tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan timpalan dari Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Tiongkok.

Pembangunan Waduk Jenelata berlokasi di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan sedangkan pembangunan Waduk Riam Kiwa berada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Li mengatakan, dia bersama Jokowi mendiskusikan banyak hal terkait kerja sama perdagangan.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan agar ekspor buah-buahan tropis dan komoditas dari Indonesia seperti kopi dan kakao dapat ditingkatkan. "Tentunya produk-produk pertanian dari Indonesia mempunyai nilai keunggulan di Tiongkok karena banyak yang kita miliki tidak ada di Tiongkok," ujar Li terkait potensi kerja sama itu.

Li berharap, Indonesia dapat membuka pintu lebih lebar untuk buah-buahan asal Tiongkok. "Saya juga berharap di Indonesia nanti bisa ditingkatkan impor untuk jeruk mandarin. Tentunya kami juga harus memastikan bahwa standar dan kualitas dari jeruk mandarin itu sesuai dengan standar kualitas Indonesia," jelas Li.

Li melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 6-8 Mei 2018. Usai Indonesia, PM Tiongkok juga akan melawat ke Jepang. [tar]

Komentar

x